021 2237 9620 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Apa Itu Hak Paten?

Apa itu hak paten? Berbicara tentang hak paten, ada beberapa definisi yang bisa dijadikan rujukan. Menurut Undang-Undang RI nomor 14 tahun 2001, paten merupakan sebuah hak eksklusif diberikan pada penemu dari negara di bidang teknologi, karena penemu telah menghasilkan penemuan, baik itu dilaksanakan sendiri maupun oleh orang lain atas persetujuannya.

Apa Itu Hak Paten? Berikut penjelasannya

Menurut bahasa, paten berasal dari bahasa Inggris yaitu patent / letters patent yang berarti surat keputusan oleh kerajaan untuk pelaku bisnis atau individu tentang hak eksklusif. Hal ini berkaitan erat dengan inventor, yaitu seseorang yang melakukan suatu ide dalam bentuk kegiatan sehingga menghasilkan invensi. Inventor bisa satu orang atau kelompok. Invensi sendiri berupa proses atau produk, atau masih dalam tahap pengembangan /penyempurnaan.

Produk yang Bisa Dipatenkan
Ada 3 subjek invensi yang sejauh ini dapat dipatenkan, yakni mesin, barang berguna, dan proses. Yang termasuk kategori mesin diantaranya aparatus dan alat. Sedangkan barang berguna mencakup perangkat elektronik, perangkat mekanik, komposisi materi: obat-obatan, kimia, DNA, RNA. Ada satu hal yang tidak dapat dipatenkan, seperti HES (Human Embryonic Stem) atau sel punca embrionik manusia.

Invensi yang berupa proses diantaranya metode bisnis, algoritma, perangkat lunak, teknik olahraga, teknik medis, dan sebagainya. Dalam hal ini, kebenaran matematika dan software algoritma tidak bisa dipatenkan. Namun jika terdapat efek teknikalnya (Eropa) atau aplikasi praktis (AS) kasusnya akan berbeda, kemungkinan mengajukan hak paten masih bisa.

Memang ada beberapa subjek kontroversial yang sulit untuk diajukan hak paten, seperti software, metode bisnis, zat alamiah, teknik penanganan medis, obat-obatan, dan sekuensi genetik. Setiap negara mempunyai perbedaan dalam mengatur subjek di atas. Misalkan bidang medis, tentang metode bedah. Seorang dokter wajib sharing pengalaman kepada rekannya sesuai dengan Hippocratic Oath (Sumpah Hipokrates). Namun kebijakan ini ditentang oleh American Medical Association.

hak paten

Hak Pemegang Paten
Berikut adalah hak-hak yang dimiliki oleh pemegang hak paten diantaranya:
1. Memproduksi, menjual, menyewa, mengimpor, memakai, menyerahkan, menyediakan produk yang telah diberi paten.
2. Pemilik hak paten berhak menyerahkan lisensi pada individu lain sesuai dengan surat perjanjian lisensi.
3. Pemilik paten berhak untuk menggugat atau menuntut orang yang melakukan sesuatu seperti pada butir 1, untuk ganti rugi atau sesuai dengan keputusan pengadilan setempat.
4.
Cara Mengajukan Hak Paten
Dalam mengajukan paten, khususnya di Indonesia, memerlukan pengajuan permohonan yang dilengkapi persyaratan administratif sebagaimana diatur dalam UU mengenai Paten. Permohonan diajukan ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) dengan melampirkan surat kuasa apabila diwakilkan konsultan kekayaan intelektual. Indonesia menganut sistem first to file atau orang pertama yang mengajukan, dia yang berhak mendapat hak paten dengan catatan sudah melengkapi persyaratan.

Sebelum melakukan permohonan, alangkah baiknya mengerjakan hal-hal berikut:
1. Melaksanakan penelusuran. Tahap pertama ini dilakukan agar mengetahui seluk beluk invensi terdahulu yang berkaitan dengan invensi miliknya. Dengan demikian, calon pemilik paten bisa mengetahui celah atau perbedaan subjek invensi yang sudah diajukan dengan miliknya.
2. Menganalisis teknologi atau subjek terdahulu agar diketahui ciri-cirinya dan dapat dibandingkan dengan miliknya.
3. Jika terdapat celah atau gap produk yang akan dipatenkan dengan sebelumnya, maka silahkan segera mengajukan permohonan hak paten. Tetapi jika tidak ada ciri khas / gap, maka tidak perlu mengajukan.
Masa berlaku hak paten dibedakan menjadi dua, yaitu sederhana dan biasa. Untuk paten sederhana, jangka waktunya 10 tahun, sedangkan paten biasa memiliki durasi 20 tahun. Perlu diketahui bahwa waktu perlindungan paten tidak bisa diperpanjang.

Kriteria Subjek yang Tidak Dapat Dipatenkan
Ada syarat tertentu yang harus dimiliki invensi supaya bisa diajukan permohonan paten. Syarat tersebut diantaranya:

1. Produk atau proses invensi tidak mempunyai kesamaan dengan teknologi sebelumnya yang sudah dipatenkan. Jadi, sifatnya masih baru.
2. Dapat digunakan dalam dunia industri. Maksudnya ialah proses atau produk invensi itu bisa diproduksi atau dimanfaatkan di bidang industri.
3. Terdapat langkah inventif.
Namun, terdapat berbagai kasus di mana subjek dilarang untuk dipatenkan, diantaranya:
1. Produk / proses yang bertentangan dengan UU, ketertiban umum, moralitas agama, kesusilaan, perawatan.
2. Metode pemeriksaan dan pengobatan yang diterapkan pada hewan dan atau manusia.
3. Metode dan teori di bidang ilmu pengetahuan dan matematika
4. Semua jenis makhluk hidup selain jasad renik.
5. Proses biologis untuk hewan atau produksi tanaman, selain proses mikrobiologis atau non biologis.

Permohonan hak paten tergantung wilayah masing-masing. Jika seseorang ingin mengajukan perlindungan paten, maka harus datang ke negara setempat. Di wilayah Eropa, apabila berhasil mendapat hak paten, pemegang akan memperoleh hingga 36 paten tapi tidak berlaku untuk seluruh Eropa, hanya satu negara saja.

Pembatalan Paten
1. Hak paten dinyatakan berakhir apabila selama 3 tahun tidak membayar tagihan tahunan.
2. Tidak membayar biaya tahunan pada tahun ke 18 dan berikutnya. Paten berakhir terhitung pada tanggal terakhir melakukan pembayaran wajib
3. .
Manfaat Hak Paten
1. Membuat perlindungan hukum yang disematkan pada karya temuan intelektual agar hak pemilik paten terjamin.
2. Menciptakan kondisi yang dapat membangun aktivitas invensi, karena teknologi penting sekali dalam meningkatkan produksi di bidang industri.
3. Memberi insentif pada inventor agar lebih giat dan semangat dalam bekerja.
4. Memberikan apresiasi / penghargaan kepada inventor atas inovasi yang sudah dilakukan.
5. Mengungkapkan hak paten secara terbuka sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat atas temuan baru. Selain itu juga memberikan celah supaya siapapun dapat mengembangkan dan menyempurnakan teknologi yang sudah ada.

pendaftaran hak paten

Hak Paten dan Hak Cipta

Hak paten dan hak cipta adalah dua hal yang sering dianggap sama, padahal sebenarnya berbeda. Hak paten sifatnya lebih ke industrial atau hak kekayaan industri, jadi menyangkut hak eksklusif seorang penemu di bidang teknologi (pada umumnya). Sedangkan hak cipta menyangkut ide, pemikiran, dan imajinasi yang dituangkan ke dalam sebuah karya.

Semua tentang Hak Paten
Hak paten diatur dalam UU no. 14 tahun 2001 atau disebut Undang-Undang Hak Paten (UUHP). Terdapat tiga subjek invensi yang dapat dipatenkan, yaitu:

1. Mesin. Yang termasuk golongan mesin yakni aparatus dan alat.
2. Barang berguna, diantaranya perangkat elektronik, mekanik, komposisi materi: DNA, RNA, obat-obatan, kimia. Ada pengecualian, seperti Human Embryonic Stem atau sel punca embrionik manusia.
3. Proses. Invensi berwujud proses diantaranya perangkat lunak, metode bisnis, algoritma, teknik medis, teknik olahraga, dan lain sebagainya.
4.
Hak paten berwujud proses seperti kebenaran matematika serta software / perangkat lunak algoritma sulit atau bahkan tidak bisa dipatenkan. Tetapi, jika ada aplikasi praktis (AS) atau efek teknikalnya (Uni Eropa) kasusnya akan berjalan berbeda. Masih ada kemungkinan untuk mengajukan hak paten.

Hak Cipta dan Ruang Lingkupnya
Pengaturan tentang hak cipta ada dalam UU no.19 tahun 2002 tentang Undang-Undang Hak Cipta (UUHC). Ruang lingkupnya meliputi ilmu pengetahuan, sastra, musik, dan bidang seni lainnya. Lebih jelasnya, subjek yang bisa diberi hak cipta adalah:

1. Musik, lagu, dengan lirik atau tanpa lirik.
2. Drama, koreografi, drama musikal, pantomim, dan pewayangan.
3. Seni rupa; seperti kaligrafi, seni lukis, seni ukir, gambar, patung, terapan.
4. Berbagai jenis buku, karya sastra, maupun karya tulis yang diterbitkan.
5. Arsitektur
6. Seni batik
7. Sinematografi
8. Fotografi
9. Terjemahan, tafsir, saduran.
10. Dan lain-lain

Orang yang telah menciptakan sebuah produk berupa hasil cipta, rasa, dan karsa, baik itu seni sastra, musik, rupa, dan perfilman, berhak mengajukan hak cipta. Pengajuan ini sangat penting karena menyangkut apresiasi atau penghargaan terhadap seniman. Selain itu juga agar tidak ada yang menyalahgunakan karya orang lain dan menghindari tindakan plagiat /plagiasi.

Makalah Hak Paten

Permohonan hak paten dibuat untuk diajukan kepada pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Membuat deskripsi permohonan seperti membuat sebuah makalah. Jadi, makalah hak paten ini mencakup:

Pendahuluan / Deskripsi
Pendahuluan pengajuan permohonan berisi:
1. Judul Invensi. Judul ditulis dengan huruf kapital, tidak diberi underline/ garis bawah.
2. Bidang teknik. Berisi tentang bidang teknik invensi yang lebih spesifik.
3. Latar belakang. Mengemukakan teknologi yang relevan dengan invensi.
4. Ringkasan invensi. Berisi ciri teknik yang diungkap dalam klaim.
5. Gambar disertai uraian singkat atau keterangannya (jika disertai gambar).
6. Uraian invensi secara lengkap, jangan ada yang tertinggal. Semua harus terungkap di sini.

Halaman Klaim
Klaim dibuat pada halaman selanjutnya yang berisi pokok-pokok invensi, juga memuat reaksi kimia, tabel, atau rumus matematika. Klaim ini sangat penting untuk meyakinkan pihak terkait tentang orisinalitas dan manfaat temuan. Karena invensi harus dapat dimanfaatkan dalam bidang industri atau bidang lainnya. Juga digunakan untuk kepentingan makhluk hidup.

Abstrak
Halaman selanjutnya berupa abstrak. Membuat ringkasan atau garis besar invensi. Pengungkapannya diusahakan kurang dari / tepat 200 kata. Karena berupa ringkasan, ungkapkan poin penting saja. Abstrak memenuhi garis pokok informasi yang dapat mewakili keseluruhan deskripsi.

Halaman berikutnya dan Lampiran
1. Berikutnya ada gambar yang memuat simbol, angka, bagan, diagram. Semua elemen itu menjelaskan bagian-bagian inversi, namun dilarang menguraikan dengan kata-kata.
2. Lalu, bukti prioritas asli, apabila diajukan menggunakan hak prioritas. Halaman depan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disertakan di sini.
3. Jika inversi menggunakan bahasa asing selain bahasa Inggris, maka uraian inversi diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
4. Bukti pembayaran permohonan paten.
Bagian deskripsi, klaim, serta abstrak diketik di kertas A4 HVS, berat minimal 80 gram dan ukuran margin, batas atas: bawah: kiri: kanan, masing-masing 2 : 2 : 2,5 : 2. Diberi page number / nomor urut di bagian atas tengah berupa angka Arab. Pada bagian uraian dan klaim, setiap 5 baris diberi nomor baris. Jika dilanjutkan halaman baru, maka nomor dimulai dari awal.

Fungsi Hak Paten

Hak paten bukan semata-mata untuk keuntungan pribadi atau kelompok saja. Sebenarnya ada berbagai manfaat hak paten yang wajib kita ketahui. Pemilik hak paten memang berhak mendapatkan keuntungan, namun temuannya bermanfaat bagi umat manusia. Hak eksklusif pemegang paten diberikan oleh negara tempatnya berasal.

Fungsi hak paten yang perlu diketahui

1. Memberi perlindungan hukum pada karya temuan atau karya intelektual supaya hak pemilik paten terjamin.
2. Menciptakan iklim yang dapat membangun kegiatan invensi, karena teknologi sangat penting demi meningkatkan produksi di sektor industri.
3. Memberikan apresiasi kepada inventor atas inovasi yang telah dilakukan.
4. Memberi insentif untuk inventor agar lebih bersemangat dalam bekerja.
5. Pengungkapan hak paten sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat agar bisa memanfaatkannya. Selain itu juga memberikan celah supaya siapapun dapat mengembangkan dan menyempurnakan teknologi yang sudah ada.

Manfaat Hak Paten
Selain fungsi, adapun manfaat yang diperoleh dari paten adalah sebagai berikut:

1. Mendapatkan hak eksklusif dari negara
2. Mendapat jaminan hukum
3. Meningkatkan daya saing di bidang teknologi
4. Memperkuat posisi pasar
5. Mendapat kesempatan lisensi
6. Mendorong investasi
7. Memperoleh insentif

Manfaat Informasi Terbuka Paten

1. Menciptakan jalan keluar masalah teknologi
2. Menghindari pelanggaran hak paten
3. Menghindari adanya kegiatan plagiarisme.
4. Mencari teknologi pilihan / alternatif.
5. Mengeksploitasi paten yang sudah kadaluarsa.

Invensi atau subjek yang bisa dikenai paten diantaranya berupa mesin, barang berguna, dan proses. Hak paten berwujud proses seperti kebenaran matematika serta software / perangkat lunak algoritma susah atau bahkan tidak bisa dipatenkan. Tetapi, jika ada aplikasi praktis (AS) atau efek teknikalnya (Uni Eropa) kasusnya akan berjalan berbeda. Masih ada kemungkinan untuk mengajukan hak paten.
Permohonan hak paten tergantung wilayah masing-masing.

Jika seseorang ingin mengajukan perlindungan paten, maka harus datang ke negara bagian setempat. Di wilayah Eropa, apabila berhasil mendapat hak paten, pemegang akan memperoleh bonus hingga 36 paten tetapi tidak berlaku untuk seluruh wilayah Eropa, masing-masing hanya satu negara bagian saja. Hak paten yang sudah didapat akan membuat invensi maupun inventor dilindungi oleh hukum.

daftar hak paten

UU Hak Paten

UU hak paten diatur dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2001 yang isinya mencakup: paten merupakan sebuah hak eksklusif diberikan pada penemu dari negara di bidang teknologi, karena penemu telah menghasilkan penemuan, baik itu dilaksanakan sendiri maupun oleh orang lain atas persetujuannya. Orang yang berhasil menemukan penemuan atau invensi disebut inventor, sedangkan proses / produksinya disebut invensi. Berikut akan dijelaskan semua mengenai hak paten yang sudah diatur dalam UU.

Arti Kata Paten
Menurut bahasa, paten berasal dari bahasa Inggris yakni letters patent yang berarti surat keputusan oleh kerajaan untuk pelaku bisnis atau individu tentang hak eksklusif. Hal ini berkaitan erat dengan inventor, yaitu seseorang yang melakukan suatu ide dalam bentuk kegiatan sehingga menghasilkan invensi. Inventor bisa satu orang atau kelompok. Invensi sendiri berupa proses atau produk, atau masih dalam tahap pengembangan /penyempurnaan.

Undang-Undang Hak Paten (UUHP) menyatakan terdapat tiga subjek invensi yang dapat dipatenkan, yaitu:

1. Mesin. Yang termasuk golongan mesin yakni aparatus dan alat.
2. Proses. Invensi berwujud proses diantaranya perangkat lunak, metode bisnis, algoritma, teknik medis, teknik olahraga, dan lain sebagainya.
3. Barang berguna, diantaranya perangkat elektronik, mekanik, komposisi materi: DNA, RNA, obat-obatan, kimia. Ada pengecualian, seperti Human Embryonic Stem atau sel punca embrionik manusia.
4.
Hak Pemilik Paten
Berikut merupakan hak yang disematkan kepada pemilik hak paten diantaranya:

1. Pemilik hak paten berhak menyerahkan lisensi pada individu lain sesuai dengan surat perjanjian lisensi.
2. Memproduksi, menjual, menyewa, mengimpor, memakai, menyerahkan, menyediakan produk yang telah diberi paten.
3. Pemilik paten berhak untuk menggugat atau menuntut orang yang melakukan sesuatu seperti pada butir 2, untuk ganti rugi atau sesuai dengan keputusan pengadilan setempat.

Kriteria Pengajuan
Ada syarat tertentu yang harus dimiliki invensi supaya bisa diajukan permohonan paten. Syarat tersebut antara lain:

1. Produk atau proses invensi tidak mempunyai kesamaan dengan teknologi sebelumnya yang sudah dipatenkan. Jadi, sifatnya masih baru.
2. Terdapat langkah inventif.
3. Dapat digunakan dalam dunia industri. Maksudnya ialah proses atau produk invensi itu bisa diproduksi atau dimanfaatkan di bidang industri.

Dasar Hukum Hak Paten

Dasar hukum hak paten merupakan landasan sebuah hak paten diberikan. Dengan adanya dasar hukum ini, maka hak paten mempunyai payung hukum yang legal, sehingga siapa saja yang melanggarnya akan mendapatkan sanksi. Apa sebenarnya paten itu? Dan, apa saja landasan hukumnya? Berikut ini uraian lebih lengkapnya:

# Pengertian Paten
Paten merupakan hak eksklusif yang diberikan pemerintah atau negara kepada penemu (inventor) atas hasil temuannya (invensi) di bidang teknologi, di mana dalam waktu tertentu ia melaksanakan sendiri temuannya atau mengalihkannya kepada pihak lain untuk mengerjakannya.

# Peraturan Perundang-undangan yang Mengatur tentang Paten
Memang, dasar hukum utama tentang hak paten adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten, atau sering disebut sebagai UUP. Namun, disamping undang-undang tersebut, ada beberapa peraturan pendukung yang menguatkan ketentuan dalam UU No. 14 Tahun 2001 tersebut. Berikut ini beberapa peraturan pendukung tersebut:

1. Peraturan pemerintah yang menjelaskan tentang bentuk serta isi surat dari paten, yaitu PP Nomor 11 Tahun 1991.
2. Peraturan pemerintah yang menjelaskan tentang tata cara pembuatan paten, yaitu PP Nomor 34 Tahun 1991.
3. Keputusan menteri yang memberikan penjelasan tentang segala hal terkait paten sederhana, yang termuat dalam Kep.Mehkeh Nomor M.01-HC.02.10 Tahun 1991.
4. Keputusan menteri yang memberikan uraian lengkap tentang penyelenggaraan pengumuman paten, yaitu Kep.Menkeh Nomor M.02-HC.01.10 Tahun 1991.
5. Keputusan menteri yang menjelaskan tentang semua persyaratan, jangka waktu, maupun cara-cara melakukan pembayaran biaya paten, yaitu Kep.Menkeh Nomor N.04-HC.01.10 Tahun 1991.
6. Keputusan menteri yang menjelaskan cara mengajukan permintaan paten, yang termuat dalam Kep.Menkeh Nomor M.06-HC.02.10 Tahun 1991.
7. Keputusan menteri yang menjabarkan tentang bentuk maupun syarat-syarat jika ingin meminta pemeriksaan paten, yang tertuang dalam Kep.Menkeh Nomor M.04-PR.07.10 Tahun 1996.
8. Keputusan menteri yang terkait dengan pencatatan maupun permintaan salinan dokumen paten, yaitu Kep.Menkeh Nomor M.08-HC.01.10 Tahun 1991.
9. Keputusan menteri yang mengatur tentang sekretariat komisi banding paten, yang tertuang dalam Kep.Menkeh Nomor M.04-PR.07.10 Tahun 1996.
10. Keputusan menteri tentang cara mengajukan permintaan banding paten, yang tertuang dalam Kep.Menkeh Nomor M.01-HC.02.10 Tahun 1991.

Perbedaan Hak Paten dan Hak Cipta

Perbedaan Hak Paten dan Hak Cipta

Perbedaan hak paten dan hak cipta, ternyata tidak semua orang mengetahuinya. Bahkan, kebanyakan masyarakat menganggapnya sama, hanya beda istilah. Padahal, jika dicermati secara benar, ada perbedaan mencolok antara keduanya yang tidak diketahui orang. Sebagai contoh, banyak orang yang mempermasalahkan seseorang yang melakukan plagiat terhadap sebuah syair lagu, namun menganggapnya sebagai pelanggaran hak paten. Ini jelas salah. Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara kedua hak kepemilikan ini? Penasaran? Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

# Hak Paten
Menurut UU Nomor 14 Tahun 2001, paten adalah hak khusus yang diberikan negara kepada para penemu atas temuannya di bidang teknologi. Dalam undang-undang ini, juga disebutkan bawah dalam jangka waktu tertentu, si penemu melaksanakan temuannya tersebut atau bisa memberikan persetujuan kepada orang lain untuk melaksanakan temuan tersebut.

# Hak Cipta
Menurut UU Nomor 19 Tahun 2002 pasal 1 ayat 1, hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta untuk mengumumkan, memperbanyak, maupun memberikan izin kepada orang lain atas hasil ciptaannya, tanpa mengurangi pembatasan-pembatasan menurut undang-undang yang berlaku.

# Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa objek yang dilindungi antara kedua hak tersebut berbeda.

1. Ruang lingkup dari paten terbatas di industri kreatif berbasis teknologi, mulai dari proses, hasil produksi, penyempurnaan, hingga pengembangan proses, misalnya pengembangan software. Jika ingin mendapatkan paten di wilayah lain, harus mengajukan aplikasi paten di bidangnya lagi.

2. Ruang lingkup hak cipta lebih luas jangkuannya, tidak hanya terbatas pada teknologi, namun juga sastra dan seni.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan antara hak paten maupun hak cipta. Pengetahuan ini sangat penting untuk Anda ketahui agar pada saat mengajukan permohonan hak atau untuk memperkarakan orang lain karena melanggar salah satu dari hak tersebut, Anda tidak salah objek dan sudah bisa langsung mengetahui objek apa yang dilanggar. Ayo, kita hargai hak kekayaan intelektual kita bersama dengan menjunjung tinggi hak paten maupun hak cipta orang lain. Selamat berkarya!

Syarat Hak Paten

Syarat hak paten harus diketahui bagi para penemu yang ingin mendapatkan hak atas kekayaan intelektual yang dimilikinya. Dalam hal ini, ada dua kategori syarat, yaitu syarat agar karya intelektual dapat dipatenkan dan syarat pengajuan untuk mendapatkan hak paten. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

# Syarat Karya Intelektual Agar Dapat Dipatenkan
Tidak setiap karya intelektual dapat dipatenkan begitu saja. Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, antara lain:

1. Mempunyai Sifat Baru
Karya intelektual ini haruslah belum pernah dipublikasikan sama sekali, di media apa pun dan oleh siapa pun. Karya tersebut juga belum pernah didaftarkan untuk mendapatkan hak paten. Meskipun ada pesaing yang menjiplak karya Anda dan mendaftarkan terlebih dahulu untuk mendapatkan hak paten, maka Anda tidak akan mendapatkan hak paten tersebut meskipun sebagai pemegang karya asli sebelum bisa membuktikannya.

2. Mempunyai Sifat Aplikatif
Selain baru, invensi juga harus aplikatif, yaitu dapat dilakukan secara berulang-ulang tanpa mengurangi hasil. Tidak hanya itu, invensi juga harus bermanfaat bagi masyarakat luas.

3. Mempunyai Sifat Inventif
Maksud dari inventif di sini adalah invensi hanya mampu diciptakan oleh orang yang memang mempunyai keahlian tertentu atau person skilled in the art. Ini artinya, invensi bukanlah sembarang produk yang bisa diciptakan oleh siapa pun.

# Syarat Pengajuan untuk Mendapatkan Hak Paten
Ada beberapa syarat jika Anda ingin mengajukan permohonan hak paten, yaitu:
1. Invensi benar-benar baru dan belum pernah dipublikasikan oleh siapa pun dan di media apa pun. Untuk mengecek, silahkan untuk melihat database DJHKI dan kantor paten di luar negeri.
2. Membuat proposal pengajuan paten yang meliputi judul invensi, latar belakang, deskripsi singkat, dan gambar teknik dari invensi tersebut. Selain itu, sertakan abstrak dan klaim. Semua hal ini disebut spesifikasi paten yang nantinya akan menjadi syarat minimum pengajuan paten.
3. Memenuhi syarat untuk memperoleh filing date, yaitu menyertakan spesifikasi paten, mengisi formulir permohonan, dan membayar biaya pendaftaran.
4. Syarat kelengkapan, berupa surat pernyataan hak, pengalihan hak, kuasa, FC identitas, FC akta pendirian, NPWP, dan sebagainya.

Materi Hak Paten

Materi hak paten harus menjadi bekal yang perlu diketahui bagi siapa saja yang ingin mematenkan produknya. Sebab, tanpa pengetahuan yang jelas, maka tidak akan mengetahui apa dan bagaimana sesungguhnya hak paten itu. Nah, sebagai panduan, berikut ini secara lengkap mengenai hal tersebut.

# Pengertian Hak Paten
Menurut UU Nomor 14 tahun 2001 tentang Hak Paten, ada beberapa istilah dalam hak paten, yaitu:
1. Paten, yaitu hak khusus yang diberikan pemerintah untuk para penemu atas penemuannya di bidang teknolob, dalam waktu tertentu.
2. Paten sederhana, yaitu semua penemuan berupa alat atau produk yang baru dan mempunyai nilai kegunaan praktis karena bentuknya, konstruksi, konfigurasi, maupun komponennya.
3. Penemuan (invensi), yaitu kegiatan memecahkan suatu masalah di bidang teknologi, baik berupa hasil produk baru maupun penyempurnaan dan pengembangan dari produk yang sudah ada.
4. Penemu (inventor), yaitu seseorang atau beberapa orang yang melakukan kegiatan penemuan secara bersama-sama.
5. Pemegang paten, yaitu penemu yang menjadi pemilik hak paten atau orang yang menerima hak dari pemilik paten

# Subjek Paten
Subjek paten adalah inventor, yaitu orang yang menerima hak paten tersebut. Dalam hal ini, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:

1. Jika suatu invensi dihasilkan oleh orang tunggal, maka dialah satu-satunya orang yang menjadi pemilik hak paten.
2. Jika suatu invensi dihasilkan oleh beberapa orang secara bersama-sama, maka hak paten diberikan secara bersama-sama, kecuali jika ada salah satu yang dianggap sebagai orang yang pertama kali dinyatakan sebagai inventor.
3. Jika suatu invensi dihasilkan dari hubungan kerja, misal karyawan yang harus menghasilkan suatu karya sebagai tugasnya di perusahaan tersebut, maka hak paten diberikan kepada yang memberikan pekerjaan tersebut, kecuali ada perjanjian lain. Biasanya, bagi pekerja ada perjanjian lain yang sudah disepakati, misalnya:

• Mendapat uang dengan jumlah tertentu.
• Persentase.
• Gabungan antara uang dengan bonus atau hadiah.
• Gabungan antara persentase dengan hadiah atau bonus.
• Bentuk lain yang disepakati bersama.

Dasar Hukum Hak Paten

Dasar Hukum Hak Paten

Dasar hukum hak paten merupakan salah satu landasan mengapa hak paten perlu diberikan pada sebuah produk. Mengapa hak paten perlu diberikan? Sebab, ini merupakan salah satu pengakuan resmi atas intelektual seseorang. Namun begitu, tidak setiap produk bisa diberi hak paten. Ada syarat-syarat tertentu yang dipenuhi. Produk yang tidak benar-benar murni hasil penemuan terbaru tidak akan diberi hak paten. Begitu juga produk yang tidak mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, tidak bersifat umum, dan tidak dapat diproduksi secara massal, maka hak paten juga tidak bisa diberikan.

# Landasan Hukum
Secara lengkap, hak paten diatur dalam Undang-Undang Hak Paten Nomor 14 tahun 2001. Di dalam undang-undang ini, pemerintah tidak hanya menuliskan tata cara pengajuan hak paten atas suatu invensi (produk), namun juga hak dan kewajiban penerima hak paten maupun masyarakat umum, sekaligus ketentuan hukum bagi yang melanggarnya.

Bagi penerima hak paten, undang-undang memberi kuasa penuh terhadap hasil ciptaannya, sekaligus memproses hukum bagi siapa saja yang secara sengaja maupun tidak melakukan plagiat, menyebarluaskan, bahkan menjual belikan produk ciptaannya. Sedangkan, kewajiban yang harus dilakukan adalah membayar biaya tahunan untuk memperpanjang masa berlaku hak paten. Hak paten juga wajib melakukan proses produksi produk yang dipatenkan hanya di Indonesia.

# Ketentuan Pidana Pelanggar Hak Paten
Pada Bab XV UU Hak Paten ini, secara jelas disebutkan tentang beberapa pelanggaran pidana terhadap hak paten. Berikut ini beberapa contoh di antaranya:

1. Pasal 130 UU Hak Paten Nomor 14 Tahun 2001, menyebutkan bahwa bagi siapa saja yang secara sengaja melakukan pelanggaran, berupa jual beli, impor, pembuatan produk skala besar, kemudian mendistribusikan sebuah produk yang sudah mempunyai hak paten, padahal tidak diberi hak yang jelas atas perbuatannya tersebut, maka akan diberi tindak pidana berupa penjara selama 4 tahun dan/atau didenda maksimal Rp500.000.000,00.
2.
2. Pasal 131 UU Hak Paten Nomor 14 Tahun 2001, juga memberikan ketentuan pelanggaran bagi siapa saja yang dengan sengaja melakukan pelanggaran sederhana terhadap barang yang sudah mempunyai hak paten maka dihukum pidana maksimal 2 tahun atau denda maksimal Rp250.000.000,00.

Hak Cipta Adalah

Hak cipta adalah salah satu hal yang sering menjadi perbincangan masyarakat, bahkan beberapa kasus sampai ke ranah hukum. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan hak cipta itu? Bagaimana aturannya? Dan, ciptaan apa saja yang bisa dilindungi dengan hak ini? Berikut uraian lebih lengkapnya:

# Definisi Hak Cipta
Hak cipta merupakan hak eksklusif yang diberikan kepada pencipta untuk mengumumkan sekaligus memperbanyak sesuatu yang diciptakannya kepada masyarakat luas di bawah perlindungan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jika ternyata suatu ciptaan terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing bagian diciptakan oleh orang berbeda, maka yang disebut sebagai pencipta adalah orang yang memimpin serta mengawasi penyelesaian seluruh ciptaan tersebut. Namun begitu, masing-masing orang yang menciptakan setiap bagian dari ciptaan tersebut tetap mendapatkan hak cipta sendiri.

# Perlindungan Hak Cipta
Hak cipta hanya diberikan pada suatu ciptaan yang berbentuk dan memiliki kekhasan yang bersifat pribadi serta menunjukkan keasliannya yang lahir dari kreativitas atau keahlian si penciptanya. Dengan begitu, suatu gagasan atau ide tidak bisa mendapatkan hak cipta, karena tidak berbentuk fisik.

Sebenarnya, hak cipta ini sudah muncul secara otomatis sejak ciptaan tersebut terwujud nyata. Dengan kata lain, tanpa harus mendaftarkan ciptaannya tersebut, hak cipta sudah diperolehnya. Hanya saja, jika ternyata ada dua orang yang mengakui sebuah ciptaan yang sama persis sebagai ciptaannya, maka di situlah akan muncul permasalahan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan perlindungan secara hukum, maka sebuah ciptaan perlu didaftarkan. Sebab, saat sebuah ciptaan didaftarkan, penciptanya akan memperoleh surat pendaftaran ciptaan yang dapat dijadikan bukti awal di pengadilan kelak.

# Ciptaan yang Dilindungi
Tidak semua ciptaan bisa mendapatkan hak cipta. Nah, berikut ini beberapa ciptaan yang bisa didaftarkan untuk mendapatkan surat hak cipta:

1. Buku, desain cover buku, program komputer, dan semua hasil karya tulis.
2. Pidato, ceramah, dan sejenisnya.
3. Alat peraga pendidikan dan ilmu pengetahuan.
4. Musik atau lagu, baik dengan teks maupun tidak.
5. Drama musikal, film, koreografi, tari, pantomim, pewayangan, dan sebagainya.
6. Semua seni rupa, seperti seni lukis, kaligrafi, patung, ukir, batik, dan sejenisnya.
7. Arsitektur, peta, fotografi, dan lainnya.

Untuk pendaftaran merek, desain industri dan hak cipta silahkan hubungi Konsultan HKI Terdaftar Patendo

Bagikan :
There are currently no comments.

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.