021 2237 9620 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Apakah hak merek itu?

Apakah hak merek itu? Berdasarkan UU No 15 tahun 2001 merek merupakan suatu tanda berupa nama, kata, angka-angka, huruf-huruf, gambar, kombinasi dari unsur-unsur atau susunan warna yang mempunyai daya pembeda serta digunakan untuk kegiatan perdagangan barang maupun jasa. Selain menurut batasan yuridis, ada juga beberapa para ahli yang memberikan pendapatnya mengenai merek. Diantaranya adalah sebagai berikut.

• Menurut Harsono Adisumarto, yang memaparkan bahwa merek merupakan tanda pengenal yang digunakan untuk membedakan milik seseorang dari orang lain, misalnya saja pada pemilikan ternak yang diberikan cap pada punggung sapi, kemudian sapi tersebut dilepas di tempat penggembalaan yang luas. Maka cap tersebut adalah sebagai tanda pengenal guna menunjukkan bahwa hewan tersebut telah ada pemiliknya.

• Menurut M.N. Purwo Sutjipto, S.H., memaparkan bahwa merek merupakan suatu tanda, yang mana suatu benda tertentu dipribadikan, dengan begitu bisa dibedakan dengan benda lainnya yang memang sejenis.

Sedangkan pengertian dari hak merek merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada pemilik merek yang sudah terdaftar di dalam daftar umum merek dalam jangka waktu tertentu dengan memakai sendiri merek tersebut maupun memberikan ijin kepada pihak lain agar bisa digunakan.

Merek bisa dibedakan ke dalam beberapa macam. Diantaranya adalah sebagai berikut:

• Merek dagang, merupakan merek yang digunakan pada barang dan nantinya akan diperdagangkan oleh seseorang maupun oleh beberapa orang yang dilakukan secara bersama-sama atau badan hukum agar dapat membedakan dengan barang lainnya yang sejenis.

• Merek jasa, merupakan merek yang digunakan pada jasa dan nantinya akan diperdagangkan oleh seseorang maupun beberapa orang atau badan hukum agar dapat membedakan dengan jasa lainnya yang sejenis.

• Merek kolektif, merupakan merek yang digunakan untuk jasa atau barang dengan karakteristik yang sama dan akan diperdagangkan oleh beberapa orang maupun badan hukum untuk membedakan dengan jasa atau barang lainnya yang sejenis.

hak merek

Mengenal Apakah Hak Merek Itu?

Sejarah hak merek
Saat ini kebutuhan perlindungan atas hukum hak merek sudah semakin berkembang setelah banyaknya orang yang mencoba melakukan peniruan. Terlebih lagi setelah dunia perdagangan semakin maju, tentunya keadaan seperti ini akan semakin menambah pentingnya merek.

Pada awal perkembangan perlindungan atas merek di Inggris adalah digunakan untuk melawan peniruan, dan kasus pertama kali yang diselesaikan di pengadilan Inggris mengenai merek ini adalah Lord Hardwicke L.C. lawan Hill di tahun 1742.

Pada tahun 1862 peraturan atas merek pertama kali yang dibuat adalah Merchandise Mark Act. Namun sebelumnya pada tahun 1857 Inggris sudah mengadopsi sistem pendaftaran merek yang berasal dari hukum Perancis. Merchandise Mark Act sendiri mendasarkan cara perlindungannya dengan bentuk hukuman pidana. Namun, pada tahun 1887, Undang-Undang yang disebut juga dengan Merchandise Mark Act ini diperbaharui dan dilengkapi. Kemudian Undang-Undang ini terus diperbaharui hingga terus berlaku sampai Undang-Undang yang baru dibuat pada tahun 1968 yang dikenal juga dengan sebutan The Trade Description Act.

Sebelumnya pada tahun 1938 telah dikeluarkan Trade Mark Act dan pada 1984 Undang-Undang ini diperbaharui dengan memasukkan sistem pendaftaran merek jasa oleh saran the Mathys Departemental Committee.
Indonesia sendiri mengenal hak merek ini pertama kali ketika terjadinya penjajahan Belanda yang dikeluarkannya UU Hak Milik Perindustrian.

UU Merek Baru diundangkan pada tahun 1992 dan mulai berlaku pada 1 April 1993. Dengan adanya UU baru ini, maka dibuatkan surat keputusan administratif yang berhubungan dengan prosedur pendaftaran merek. Namun, pada 2001 UU merek baru telah diundangkan Pemerintah. Isi dari UU tersebut adalah mengenai berbagai hal yang sebagian besar telah diatur pada UU terdahulu.

Ada beberapa perubahan penting yang terdapat di dalam UU tahun 2001 ini, yaitu penetapan sementara dari pengadilan perubahan delik biasa ke delik aduan peran pengadilan niaga untuk memutuskan sengketa merek yang kemungkinan memakai alternatif penyelesaian sengketa serta ketentuan pidana yang diperberat.

Berbagai fungsi merek
Endang Purwaningsih memaparkan bahwa suatu merek digunakan produsen atau pemilik merek dalam rangka untuk melindungi produknya, baik berupa barang dagang atau jasa, dan beliau juga menjelaskan bahwa suatu merek mempunyai fungsi sebagai berikut:
• Sebagai fungsi promosi, merek digunakan sebagai sarana untuk mengenalkan serta mempertahankan reputasi produk lama yang akan diperdagangkan, sekaligus digunakan untuk menguasai pasar.
• Fungsi pembeda, untuk membedakan produk yang satu dari produk perusahaan lain.
• Fungsi rangsangan investasi serta pertumbuhan industri, karena merek bisa menunjang pertumbuhan industri dari penanaman modal, baik dalam negeri maupun asing.

• Fungsi jaminan reputasi, selain digunakan sebagai tanda asal usul produk, tentunya secara pribadi juga menghubungkan reputasi produk dengan produsennya, sekaligus dapat memberikan jaminan kualitas dari produk yang telah dihasilkan.
Fungsi merek bisa dilihat dari segi konsumen, pedagang, dan produsen. Dari segi konsumen, merek dapat digunakan untuk membuat pilihan barang yang akan dibeli. Dari segi pedagang, merek dapat digunakan dalam mempromosikan barang dagangannya agar mencari serta memperluas pasaran. Sedangkan dari segi produsen, merek bisa digunakan sebagai jaminan nilai hasil produksinya, salah satunya mengenai kualitas.

Semoga berbagai pembahasan yang telah dipaparkan di atas bisa memberikan pemahaman terbaik untuk anda yang belum mengetahui penjelasan mengenai apa itu hak merek. Semoga bermanfaat!

Hak Paten

Apa Itu Hak Paten?

Apa itu hak paten? Berbicara tentang hak paten, ada beberapa definisi yang bisa dijadikan rujukan. Menurut Undang-Undang RI nomor 14 tahun 2001, paten merupakan sebuah hak eksklusif diberikan pada penemu dari negara di bidang teknologi, karena penemu telah menghasilkan penemuan, baik itu dilaksanakan sendiri maupun oleh orang lain atas persetujuannya.

Menurut bahasa, paten berasal dari bahasa Inggris yaitu patent / letters patent yang berarti surat keputusan oleh kerajaan untuk pelaku bisnis atau individu tentang hak eksklusif. Hal ini berkaitan erat dengan inventor, yaitu seseorang yang melakukan suatu ide dalam bentuk kegiatan sehingga menghasilkan invensi. Inventor bisa satu orang atau kelompok. Invensi sendiri berupa proses atau produk, atau masih dalam tahap pengembangan /penyempurnaan.
Produk yang Bisa Dipatenkan

Ada 3 subjek invensi yang sejauh ini dapat dipatenkan, yakni mesin, barang berguna, dan proses. Yang termasuk kategori mesin diantaranya aparatus dan alat. Sedangkan barang berguna mencakup perangkat elektronik, perangkat mekanik, komposisi materi: obat-obatan, kimia, DNA, RNA. Ada satu hal yang tidak dapat dipatenkan, seperti HES (Human Embryonic Stem) atau sel punca embrionik manusia.

Invensi yang berupa proses diantaranya metode bisnis, algoritma, perangkat lunak, teknik olahraga, teknik medis, dan sebagainya. Dalam hal ini, kebenaran matematika dan software algoritma tidak bisa dipatenkan. Namun jika terdapat efek teknikalnya (Eropa) atau aplikasi praktis (AS) kasusnya akan berbeda, kemungkinan mengajukan hak paten masih bisa.

Memang ada beberapa subjek kontroversial yang sulit untuk diajukan hak paten, seperti software, metode bisnis, zat alamiah, teknik penanganan medis, obat-obatan, dan sekuensi genetik. Setiap negara mempunyai perbedaan dalam mengatur subjek di atas. Misalkan bidang medis, tentang metode bedah. Seorang dokter wajib sharing pengalaman kepada rekannya sesuai dengan Hippocratic Oath (Sumpah Hipokrates). Namun kebijakan ini ditentang oleh American Medical Association.

Hak Pemegang Paten
Berikut adalah hak-hak yang dimiliki oleh pemegang hak paten diantaranya:
1. Memproduksi, menjual, menyewa, mengimpor, memakai, menyerahkan, menyediakan produk yang telah diberi paten.
2. Pemilik hak paten berhak menyerahkan lisensi pada individu lain sesuai dengan surat perjanjian lisensi.
3. Pemilik paten berhak untuk menggugat atau menuntut orang yang melakukan sesuatu seperti pada butir 1, untuk ganti rugi atau sesuai dengan keputusan pengadilan setempat.
Cara Mengajukan Hak Paten

Dalam mengajukan paten, khususnya di Indonesia, memerlukan pengajuan permohonan yang dilengkapi persyaratan administratif sebagaimana diatur dalam UU mengenai Paten. Permohonan diajukan ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) dengan melampirkan surat kuasa apabila diwakilkan konsultan kekayaan intelektual. Indonesia menganut sistem first to file atau orang pertama yang mengajukan, dia yang berhak mendapat hak paten dengan catatan sudah melengkapi persyaratan.

Sebelum melakukan permohonan, alangkah baiknya mengerjakan hal-hal berikut:

1. Melaksanakan penelusuran. Tahap pertama ini dilakukan agar mengetahui seluk beluk invensi terdahulu yang berkaitan dengan invensi miliknya. Dengan demikian, calon pemilik paten bisa mengetahui celah atau perbedaan subjek invensi yang sudah diajukan dengan miliknya.
2. Menganalisis teknologi atau subjek terdahulu agar diketahui ciri-cirinya dan dapat dibandingkan dengan miliknya.
3. Jika terdapat celah atau gap produk yang akan dipatenkan dengan sebelumnya, maka silahkan segera mengajukan permohonan hak paten. Tetapi jika tidak ada ciri khas / gap, maka tidak perlu mengajukan.

Masa berlaku hak paten dibedakan menjadi dua, yaitu sederhana dan biasa. Untuk paten sederhana, jangka waktunya 10 tahun, sedangkan paten biasa memiliki durasi 20 tahun. Perlu diketahui bahwa waktu perlindungan paten tidak bisa diperpanjang.
Kriteria Subjek yang Tidak Dapat Dipatenkan

Ada syarat tertentu yang harus dimiliki invensi supaya bisa diajukan permohonan paten. Syarat tersebut diantaranya:

1. Produk atau proses invensi tidak mempunyai kesamaan dengan teknologi sebelumnya yang sudah dipatenkan. Jadi, sifatnya masih baru.
2. Dapat digunakan dalam dunia industri. Maksudnya ialah proses atau produk invensi itu bisa diproduksi atau dimanfaatkan di bidang industri.
3. Terdapat langkah inventif.
Namun, terdapat berbagai kasus di mana subjek dilarang untuk dipatenkan, diantaranya:
1. Produk / proses yang bertentangan dengan UU, ketertiban umum, moralitas agama, kesusilaan, perawatan.
2. Metode pemeriksaan dan pengobatan yang diterapkan pada hewan dan atau manusia.
3. Metode dan teori di bidang ilmu pengetahuan dan matematika
4. Semua jenis makhluk hidup selain jasad renik.
5. Proses biologis untuk hewan atau produksi tanaman, selain proses mikrobiologis atau non biologis.

Permohonan hak paten tergantung wilayah masing-masing. Jika seseorang ingin mengajukan perlindungan paten, maka harus datang ke negara setempat. Di wilayah Eropa, apabila berhasil mendapat hak paten, pemegang akan memperoleh hingga 36 paten tapi tidak berlaku untuk seluruh Eropa, hanya satu negara saja.
Pembatalan Paten
1. Hak paten dinyatakan berakhir apabila selama 3 tahun tidak membayar tagihan tahunan.
2. Tidak membayar biaya tahunan pada tahun ke 18 dan berikutnya. Paten berakhir terhitung pada tanggal terakhir melakukan pembayaran wajib.
Manfaat Hak Paten
1. Membuat perlindungan hukum yang disematkan pada karya temuan intelektual agar hak pemilik paten terjamin.
2. Menciptakan kondisi yang dapat membangun aktivitas invensi, karena teknologi penting sekali dalam meningkatkan produksi di bidang industri.
3. Memberi insentif pada inventor agar lebih giat dan semangat dalam bekerja.
4. Memberikan apresiasi / penghargaan kepada inventor atas inovasi yang sudah dilakukan.
5. Mengungkapkan hak paten secara terbuka sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat atas temuan baru. Selain itu juga memberikan celah supaya siapapun dapat mengembangkan dan menyempurnakan teknologi yang sudah ada.

contoh hak merek

contoh hak merek

Merek atau yang disebut juga dengan brand merupakan tanda yang dikenakan pengusaha (produsen, pabrik, dan sebagainya) terhadap barang yang telah dihasilkan sebagai tanda pengenal. Sebenarnya jenis merek dapat diklasifikasikan ke dalam 45 kelas, mulai dari merek dagang hingga jasa. Seperti bahan kimia, kulit, cat, permainan serta alat-alatnya, pendidikan, konstruksi bangunan, sampai dengan jasa hukum.

Contoh hak merek
Tahukah anda bahwa contoh dari hak merek yang bisa digolongkan ke dalam merek dagang adalah merek-merek yang memang dilekatkan pada sejumlah barang. Tujuannya adalah untuk diperdagangkan. Ada banyak contoh yang bisa anda temukan di dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya adalah sebagai berikut:

• Merek pakaian seperti Macbeth, ripcurl, vans, zara, volcom, h&m, guess, siksilk, billabong, dan sebagainya.
• Merek tas seperti zara, Louis vuitton, reebok, puma, eiger, bodypack, realtree, the north face, dan sebagainya.
• Merek sepatu seperti adidas, all star, nike, dagadu, carvil, homipad, new era, hingga yongki komaladi.

Beberapa barang tersebut adalah beberapa contoh barang dari sekian banyaknya barang yang sering dijumpai dan digunakan di dalam kehidupan. Setidaknya beberapa barang di atas selalu melekat pada diri anda. Selain merek barang, ada juga merek jasa seperti:

• Jasa keuangan seperti BCA, BNI, Mandiri, Bukopin, CIMB Niaga.
• Jasa pengiriman barang seperti tiki, jne, western union, dan sebagainya.
• Jasa informasi seperti Tempo, Kompas, Times, CNN, Pikiran Rakyat.
• Jasa transportasi udara seperti Sriwijaya Air, Lion Air, Air Asia, Garuda Indonesia

Manfaat merek
Tentunya merek sangat diperlukan oleh suatu produk. Mengapa demikian? Karena selain memiliki nilai yang kuat, ternyata merek sangat bermanfaat bukan hanya untuk produsen saja namun juga kepada konsumen.

Bagi konsumen merek dapat menarik perhatian para pembeli akan produk-produk baru yang kemungkinan saja bermanfaat untuk mereka. Sedangkan manfaat merek untuk perusahaan adalah bisa memberikan perlindungan hukum akan keistimewaan yang dimiliki suatu produk tersebut. Selain itu, juga dapat menarik sekelompok pembeli sehingga akan menguntungkan perusahaan.

Makalah Hak Merek

Hak merek tentunya sangat penting untuk anda ketahui. Maka dari itu, untuk anda yang ingin mengetahui penjelasan lengkapnya mengenai hak merek ini, langsung saja di bawah ini merupakan makalah hak merek.

Pendahuluan
Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi akan selalu menghasilkan berbagai produk yang baru maupun adanya pengembangan dari produk-produk sebelumnya yang mempunyai kualitas yang berbeda-beda. Ketika produk tersebut ingin diperkenalkan serta dijual kepada konsumen, maka perusahaan akan membutuhkan merek.

Melalui merek, maka sebuah perusahaan sudah membangun suatu karakter akan produk-produknya, dan diharapkan bisa membentuk reputasi bisnis yang akan meningkatkan atas penggunaan merek tersebut. Dan tentunya upaya pemilik merek guna mencegah pemakaian merek dari orang lain adalah hal yang begitu penting dan hal seperti ini seharusnya perlu dilindungi oleh hukum.

Pembahasan
1. Definisi Hak Merek
Sinamora (2003) memaparkan bahwa merek atau brand merupakan segala sesuatu yang mengidentifikasi jasa penjual atau barang dan membedakannya dari jasa dan barang lainnya. Merek bisa berupa sekelompok kata, huruf-huruf, sebuah kata, desain, simbol, atau beberapa dari kombinasi tersebut.

2. Perlindungan Hak Merek
Pada dasarnya perlindungan hak merek akan didapat setelah dilakukan pendaftaran merek. Tujuan dilakukannya perlindungan hak merek adalah untuk melindungi pemilikan atas merek, nama baik (goodwill) dalam suatu merek, investasi, serta untuk melindungi konsumen dari kebingungan mengenai asal usul dari suatu barang atau jasa. Lamanya perlindungan merek serta kuasa sejak permohonan dilengkapi adalah 10 tahun, dan bisa dilakukan perpanjangan lagi hingga jangka waktu 10 tahun dengan cara membayar biaya, dan untuk pemohon diluar Indonesia diharuskan untuk menunjuk konsultan HKI.

Kesimpulan
Dari berbagai paparan di atas, maka secara umum hak merek merupakan suatu tanda yang digunakan untuk membedakan jasa atau barang-barang sejenis yang telah dihasilkan serta diperdagangkan oleh seseorang maupun sekelompok orang. Dikarenakan merek adalah bagian dari kegiatan bisnis atau perekonomian, maka penting sekali untuk mendaftarkan merek. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jaminan atau nilai dimata institusi keuangan dan investor.

Dasar Hukum Hak Merek, Hak Paten, Dan Hak Cipta

Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan hak eksklusif yang telah diberikan suatu peraturan terhadap seseorang maupun sekelompok orang akan karya ciptanya. HAKI sendiri dapat mencakup hak cipta, hak paten, hingga hak merek. Prinsip-prinsip yang terdapat pada Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah prinsip ekonomi, prinsip keadilan, prinsip kebudayaan, dan prinsip sosial.

Dasar hukum hak merek

Merek dagang dibutuhkan oleh pebisnis agar dapat mengidentifikasikan sebuah produk maupun layanan. Untuk mendapatkan perlindungan merek, maka masyarakat diharuskan untuk melakukan pendaftaran merek pada lingkup nasional serta internasional, melakukan konsultasi dengan konsultan HKI, dan mempelajari sistem hukum yang memang mengatur tentang aspek HKI. Jika dilihat, dasar hukum hak merek adalah sebagai berikut.

• UU No. 19 tahun 1992 mengenai merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 No. 81)
• UU No. 14 tahun 1997 mengenai perubahan UU No. 19 tahun 1992 mengenai merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 No. 31)
• UU No. 15 tahun 2001 mengenai merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 No. 110)

Dasar hukum hak paten
Paten sendiri digunakan untuk melindungi sebuah ide, bukannya sebuah ekspresi dari ide tersebut. paten akan diberikan oleh negara kepada penemu yang sudah menemukan suatu penemuan di bidang teknologi.

Maksud dari penemuan di sini adalah kegiatan pemecahan masalah yang terdapat di bidang teknologi seperti proses, penyempurnaan dan pengembangan proses, hasil produksi, penyempurnaan dan pengembangan hasil produksi. Dasar hukum hak paten salah satunya adalah UU No. 14 tahun 2001 mengenai paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 No. 109).

Dasar hukum hak cipta
Hal cipta akan diberikan terhadap ciptaan baik dalam ruang lingkup bidang kesenian, kesusasteraan, dan ilmu pengetahuan. Hak cipta tentunya hanya diberikan secara eksklusif untuk si pencipta saja, yaitu seseorang atau beberapa orang yang secara bersama-sama karena inspirasinya terlahir suatu ciptaan yang bersifat pribadi dan khas. Dasar hukum dari hak cipta salah satunya adalah UU No. 19 tahun 2002 mengenai hak cipta.

4. data merek terdaftar

Data Merek Terdaftar

Data merek terdaftar merupakan data yang membuktikan jika merek produk yang anda miliki sudah terdaftar secara resmi, yaitu sudah terdaftar pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tentunya pendaftaran merek sangat penting untuk anda lakukan guna melindungi merek yang akan dipasarkan kepada para konsumen.

Berbagai sistem pendaftaran merek
Soegondo Sumadiredjo memaparkan dalam bukunya yang berjudul Merek Perusahaan dan Perniagaan bahwa terdapat empat sistem dalam pendaftaran merek, yaitu:

• Pendaftaran merek tanpa adanya pemeriksaan terlebih dahulu, persyaratan material yang telah ditetapkan oleh UU, termasuk juga apakah merek tersebut secara keseluruhan terdapat persamaan dengan merek lainnya. Menurut sistem ini, merek yang telah dimohonkan pendaftarannya akan segera didaftar, asalkan persyaratan formalnya sudah dipenuhi dengan baik, seperti biaya pendaftaran dan biaya pemeriksaan. Sistem ini digunakan oleh Rumania, Belgia, dan Perancis.

• Pendaftaran merek yang dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu apakah sudah memenuhi persyaratan formal atau tidak. Sistem ini dianut oleh Inggris, Amerika Serikat, dan Indonesia.

• Pendaftaran merek dengan pengumuman sementara guna memberikan kesempatan kepada publik supaya mengajukan keberatannya akan merek tersebut. Sistem seperti ini dianut oleh Australia, Colombia, dan Spanyol.

• Pendaftaran merek dengan cara pemberitahuan terlebih dahulu apakah telah memenuhi persyaratan formal atau tidak. Sistem ini dianut oleh Swiss.
Kerugian perusahaan yang tidak melakukan pendaftaran merek
Tahukah anda kerugian apa-apa saja yang akan anda dapatkan ketika tidak melakukan pendaftaran merek untuk memasarkan jasa dan dagang? Untuk itu, di bawah ini pembahasan selengkapnya.

• Kurang loyalnya konsumen akan barang yang tidak memiliki merek
• Kesulitan dalam penegakan hak
• Kesulitan dalam mengiklankan dan memasarkan jasa maupun produk baik dalam negeri hingga luar negeri
• Akan mendapatkan pendapatan yang lebih rendah.

Ketika merek yang anda miliki tidak bisa didaftar, maka anda sebagai pemohon bisa dikatakan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, ketertiban umum, agama, moralitas, telah menjadi milik umum, dan merek yang anda miliki tidak memiliki daya pembeda dengan produk lainnya.

Dgip Cek Merek

Dgip Cek Merek

Untuk memiliki sebuah merek yang mampu mendongkrak popularitas dari sebuah produk yang anda miliki tentu adalah sebuah perkara penting. Hal ini jelas bisa menambah sebuah kepercayaan dari konsumen akan barang yang anda promosikan. Tentunya dengan mendaftarkan terlebih dahulu merek yang anda usung, jelas harus menuju ke situs yang disediakan pemerintah yakni situs dgip cek merek. Akan tetapi sebelum anda menuju ke sebuah proses yang lebih lanjut, ada baiknya bila anda melakukan sebuah pemahaman tentang merek itu sendiri.

Definisi Merek
Sebelum anda menuju situs DJIP yang untuk mendaftarkan merek yang akan anda kelola, maka ada beberapa aspek yang perlu anda ketahui diantaranya seperti dengan memahami dulu maksud dari merek. Hal ini dikarenakan ada beberapa merek yang akan menjadi ikon perusahaan anda secara resmi. Akan pentingnya hal tersebut, berikut adalah beberapa jenis Merek yang harus anda ketahui.

Merek Secara umum
Pengertian Merek secara umum adalah sebuah ikon atau tanda yang sangat kental dari perusahaan yang akan dikelola yang di sajikan secara grafis suara, secara hologram dan juga sebuah kombinasi dari 2 unsur yang disebutkan. Adapun penyajiannya sendiri bisa berupa berbagai hal sebagai berikut:

• Gambar
• Logo
• Nama
• Kata
• Huruf
• Angka
• Susunan warna
• Bentuk 2 dan 3 D

Merek Dagang
Merek Dagang merupakan sebuah merek yang diperuntukkan untuk sebuah barang atau produk yang akan di dagangkan, baik itu oleh perseorangan kumpulan orang ataupun sebuah jenis badan hukum yang bisa membedakan dengan suatu produk yang dimiliki perusahaan lain.

Merek Jasa
Merek Jasa merupakan sebuah merek yang bisa diperuntukkan pada jasa yang hendak melaui sebuah perdagangan, baik itu oleh perseorangan kumpulan orang ataupun sebuah jenis badan hukum yang bisa membedakan dengan jasa yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan lainnya.

Merek Kolektif
Merek Kolektif merupakan sebuah merek yang bisa diperuntukkan baik itu pada barang ataupun juga dengan jasa, hal ini memiliki sebuah ciri khusus yang mengacu pada jenis sifat ataupun sebuah ciri umum dengan disertai jasa serta yang hendak di perdagangkan yang bisa membedakan barang atau jasa yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok lain.

Cara Memperoleh Hak Merek

Apabila anda memiliki sebuah perusahaan baik itu yang bergerak di bidang jasa pelayanan ataupun sebuah produk tertentu, maka ada baiknya bila anda bisa mendapatkan sebuah hak merek untuk bisa lebih dipercayai oleh setiap konsumen. Karena apabila anda memiliki sebuah hak merek maka anda akan mendapat pembela yang kuat dan tentunya dilindungi pemerintah dengan memiliki sebuah dasar hukum. Adapun mengenai cara memperoleh hak merek di negara kita Indonesia tentulah bisa lakukan dengan memahami keterangan berikut:

Dasar Hukum Merek
• UU No. 15 Tahun 2001, dasar hukum tersebut menjelaskan tentang merek
• PP No. 7 tahun 2005, dasar hukum tersebut menjelaskan susunan organisasi, tugas, dan juga sebuah fungsi Komisi Banding Merek yang ada di Indonesia
• PP No. 20 tahun 2005, dasar hukum tersebut tentang tatacara permohonan, pemeriksaan, dan penyelesaian Banding

Proses Pendaftaran merek
Untuk bisa mendapatkan sebuah kekuatan hukum maka merek anda harus didaftarkan dengan mengikuti sebuah persyaratan sebagai berikut:
• Mengajukan permohonan dengan persyaratan yang lengkap
• Selanjutnya Ditjen HAKI akan melakukan pemeriksaan
• Persyaratan yang belum lengkap akan diminta dilengkapi dengan jangka waktu 2 bulan.
• Selanjutnya Ditjen Haki kana melakukan pemeriksaan substantive
• Apabila tidak ada kendala maka Ditjen HAKI akan menetapkan keputusan tentang penolakan permohonan tersebut.
• Pada saat pengajuan merek pemohon akan mendapat sebuah pemberitahuan apakah ditolak atau diterima.

Persyaratan Permohonan Merek
Adapun beberapa hal yang perlu anda siapkan ketika hendak untuk melampirkan permohonan merek, Akan hal tersebut berikut adalah beberapa hal yang bisa anda siapkan sebelum mengajukan permohonan pada Ditjen HAKI:
• Persiapkan Fotokopi KTP dengan disertai legalisir
• Apabila anda merupakan pemohon yang berasal dari luar negeri, ada baiknya bila memilih alamat yang dimiliki kuasa hukumnya
• Pastikan menyiapkan fotokopi dari sebuah akta pendirian badan hukum,
• Pastikan bahwa akta pendirian badan hukum anda telah disahkan oleh bila yang diajukan atas nama badan hukum
• Pastikan untuk menyiapkan fotokopi dari peraturan pemilikan bersama bila anda mengajukan permohonan atas nama kolektif
• Pastikan untuk memiliki surat kuasa khusus, hal ini dilakukan apabila permohonan dikuasakan
• Memberikan keterangan dari sebuah tanda pembayaran Maya permohonan
• Pastikan memiliki surat pernyataan yang menandakan pendaftaran adalah milik pemohon

Pengertian Hak Desain Industri

Apabila anda hendak memiliki sebuah merek dagang yang memiliki perlindungan hukum, maka ada hal pertama yang perlu anda ketahui mengenai sebuah desain industri. Hal ini dirasa sangat penting karena sebuah proses perwujudan dari logo perlu memiliki kekuatan hukum untuk mengantisipasi dari kecurangan pihak lain. Sedangkan bila kita menilik sebuah pengertian hak desain industri sendiri maka hak desain industri adalah sebuah hak eksklusif yang diberikan secara khusus oleh Republik Indonesia kepada sang pembuat desain dengan berdasarkan pada jangka waktu tertentu.

Perlindungan Hukum Akan Desain Industri
Apabila anda menginginkan sebuah kekuatan hukum mengenai tentang desain dari industri yang anda kelola, maka ada baiknya anda melakukan pengajuan permohonan akan merek yang akan anda daftarkan. Tentu saja bila hal tersebut dilakukan, maka bila ada pihak lain yang mengaku mengenai merek yang anda miliki tentu saja anda bisa lebih kuat karena memiliki kekuatan hukum. Hal tersebut jelas karena terdapat pada UU No 31 Tahun 2000 yang menjelaskan secara lengkap mengenai desain Industri. Secara garis besar anda bisa menyimak beberapa penjelasan dari UU nya sebagai berikut.

• Perlu anda ketahui bahwa Hak Desain Industri tentunya diberikan pada Desain Industri yang tergolong baru
• Sebuah desain Industri yang dianggap baru tersebut bisa mengacu pada sebuah tanggal penerimaan,
• Sebagai catatan lainnya bahwa desain Industri yang disebutkan tidak berlaku sama dengan sebuah pengungkapan sebelumnya yang telah ada.
• Yang dimaksud dengan pengungkapan sebelumnya sendiri adalah sebuah pengungkapan desain Industri yang berdasarkan pada tanggal tertentu, baik itu tanggal penerimaan, tanggal prioritas bila permohonan disertai dengan Hak Prioritas dan juga berdasar atas apa yang telah diumumkan atau digunakan di Indonesia ataupun di negeri

Perlu anda ketahui juga bahwa sebuah desain Industri bisa berstatus sebagai tidak dianggap telah diumumkan, bila desain Industri tersebut tentunya telah dipertunjukkan dan juga telah digunakan baik itu dalam sebuah rangka percobaan yang dilakukan ataupun penelitian lainnya.

Ketahui Persamaan Hak Cipta Hak Paten Dan Hak Merek

Menciptakan sebuah produk untuk usaha bisnis anda, tentunya bisa menghadirkan sebuah keuntungan yang jauh lebih besar. Namun kendala bisa saja terjadi dalam penciptaan produk anda, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai aspek yang sifatnya sangat penting.

Maka dari itu untuk menjaga sebuah produk dan juga merek anda berkekuatan hukum, anda perlu memahami hal penting seperti persamaan hak cipta hak paten dan hak merek yang bisa membuat merek yang anda gunakan tidak akan di akui oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk lebih jelasnya anda bisa mengetahui berbagai pengertian hak cipta, merek dan juga hak paten sebagai berikut :

Hak cipta
Hak Cipta adalah hak kekayaan intelektual yang fungsi bisa untuk mencegah orang melakukan sebuah proses duplikasi, tentu saja dengan adanya hak ini sebuah barang atau produk yang anda miliki bisa aman. Namun perlu untuk diketahui bahwa sebuah hak cipta pastinya berbeda dengan hak paten karena memberikan hak monopoli yang memungkinkan untuk melakukan sebuah penggunaan invensi.

Merek
Merek adalah sebuah karya yang bisa berupa tampilan grafis yang mengidentifikasikan sebuah perusahaan yang anda miliki baik itu berupa gambar, berupa logo, berupa nama, berupa kata, berupa huruf, berupa angka, berupa susunan warna, berupa dalam bentuk 2 dan 3 dimensi, berupa suara, berupa hologram, yang difungsikan untuk bisa memberikan perbedaan atas segala bentuk produksi dengan dilindungi badan hukum.

Hak Paten
Hak Paten dikenal sebagai hak eksklusif yang artinya adalah ketentuan yang didapatkan dari negara kepada seseorang yang melakukan sebuah karya atas hasil karyanya baik itu di bidang teknologi dan yang lainnya dan diberikan berdasarkan pada jangka waktu tertentu.

Hal tersebut tentunya mengacu pada sebuah ide yang dikembangkan oleh seseorang dalam pemecahan spesifik pada bidang teknologi yang bisa merupakan sebuah produk dan juga proses yang telah dikembangkan. Adapun setiap invensi yang di buat haruslah berdasar pada sifat kebaruan, menuju langkah inventif dan juga bisa diterapkan pada sebuah industri.

Mengenal Lebih Contoh Produk Yang Memiliki Hak Cipta Atau Merek Atau Paten

Ada beberapa aspek yang bisa membuat sebuah keamanan dan juga kenyamanan dalam berbisnis, salah satu yang sangat vital dan paling penting adalah dengan memiliki kekuatan hukum. Hal ini haruslah menjadi sebuah pondasi awal dalam membentuk sebuah perusahaan, terlebih untuk membuat merek yang unggul dan memiliki kepercayaan yang sangat baik dari kalangan konsumen. Akan pentingnya hal tersebut maka ada baiknya bila anda mengenali beberapa contoh produk yang memiliki hak cipta atau merek atau paten dan kejelasan lain yang mampu melindungi produk yang anda kelola dengan dasar hukum yang kuat.

Temuan Yang Di Beri Paten
Apabila anda belum mengenali tentang sebuah temuan yang diberi hak paten, maka anda bisa melihat beberapa contoh seperti dengan adanya sebuah temuan minuman kesehatan kulit manggis dipatenkan. Hal tersebut tentunya telah di periksa terlebih dahulu oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat. Kejadian ini sendiri terjadi pada tahun 2011 dan telah dipatenkan Ditjen Hak Kekayaan Intelektual atau biasa disebut HaKI.

Seperti diketahui bahwa Prama Yufdi seseorang yang mengajukan hak paten tersebut menanti semenjak tahun 2006 dan tepatnya pada 30 Juni 2011, hak paten diberikan oleh Kemenkum HAM. Selanjutnya setelah di patenkan, temuan tersebut diinformasikan telah menjadi lisensi dari sebuah perusahaan dari PT Zena Nirmala Sentosa yang mana dengan menjadikan lisensi tersebut sang penemu diberi royalti.

Temuan Teknologi 4G
Salah satu contoh lain dari hak paten adalah dengan temuan Teknologi 4G yang ditemukan oleh Prof Dr. Khoirul Anwar yang kini telah bisa dinikmati di Indonesia. Hal ini didasari dari dengan adanya sebuah layanan Internet broadband nirkabel WiMax yang telah berjalan dan dinikmati.

Akan tetapi untuk teknologi seluler Long Term Evolution atau sering dikenal dengan LTE, hingga ini belum ada regulasi nya. Temuan ini tentunya hal ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia yang mana Prof. Khoirul Anwar adalah seseorang penemu dan juga pemilik paten sebuah teknologi 4G Orthogonal Frequency Division Multiplexing atau disebut juga dengan sebutan OFDM.

Perbedaan Hak Paten dan Hak Cipta

Hak paten dan hak cipta adalah dua hal yang sering dianggap sama, padahal sebenarnya berbeda. Hak paten sifatnya lebih ke industrial atau hak kekayaan industri, jadi menyangkut hak eksklusif seorang penemu di bidang teknologi (pada umumnya). Sedangkan hak cipta menyangkut ide, pemikiran, dan imajinasi yang dituangkan ke dalam sebuah karya.

Semua tentang Hak Paten
Hak paten diatur dalam UU no. 14 tahun 2001 atau disebut Undang-Undang Hak Paten (UUHP). Terdapat tiga subjek invensi yang dapat dipatenkan, yaitu:
1. Mesin. Yang termasuk golongan mesin yakni aparatus dan alat.

2. Barang berguna, diantaranya perangkat elektronik, mekanik, komposisi materi: DNA, RNA, obat-obatan, kimia. Ada pengecualian, seperti Human Embryonic Stem atau sel punca embrionik manusia.

3. Proses. Invensi berwujud proses diantaranya perangkat lunak, metode bisnis, algoritma, teknik medis, teknik olahraga, dan lain sebagainya.
Hak paten berwujud proses seperti kebenaran matematika serta software / perangkat lunak algoritma sulit atau bahkan tidak bisa dipatenkan. Tetapi, jika ada aplikasi praktis (AS) atau efek teknikalnya (Uni Eropa) kasusnya akan berjalan berbeda. Masih ada kemungkinan untuk mengajukan hak paten.

Hak Cipta dan Ruang Lingkupnya
Pengaturan tentang hak cipta ada dalam UU no.19 tahun 2002 tentang Undang-Undang Hak Cipta (UUHC). Ruang lingkupnya meliputi ilmu pengetahuan, sastra, musik, dan bidang seni lainnya. Lebih jelasnya, subjek yang bisa diberi hak cipta adalah:

1. Musik, lagu, dengan lirik atau tanpa lirik.
2. Drama, koreografi, drama musikal, pantomim, dan pewayangan.
3. Seni rupa; seperti kaligrafi, seni lukis, seni ukir, gambar, patung, terapan.
4. Berbagai jenis buku, karya sastra, maupun karya tulis yang diterbitkan.
5. Arsitektur
6. Seni batik
7. Sinematografi
8. Fotografi
9. Terjemahan, tafsir, saduran.
10. Dan lain-lain

Orang yang telah menciptakan sebuah produk berupa hasil cipta, rasa, dan karsa, baik itu seni sastra, musik, rupa, dan perfilman, berhak mengajukan hak cipta. Pengajuan ini sangat penting karena menyangkut apresiasi atau penghargaan terhadap seniman. Selain itu juga agar tidak ada yang menyalahgunakan karya orang lain dan menghindari tindakan plagiat /plagiasi.

Makalah Hak Paten

Makalah Hak Paten

Permohonan hak paten dibuat untuk diajukan kepada pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Membuat deskripsi permohonan seperti membuat sebuah makalah. Jadi, makalah hak paten ini mencakup:
Pendahuluan / Deskripsi
Pendahuluan pengajuan permohonan berisi:
1. Judul Invensi. Judul ditulis dengan huruf kapital, tidak diberi underline/ garis bawah.
2. Bidang teknik. Berisi tentang bidang teknik invensi yang lebih spesifik.
3. Latar belakang. Mengemukakan teknologi yang relevan dengan invensi.
4. Ringkasan invensi. Berisi ciri teknik yang diungkap dalam klaim.
5. Gambar disertai uraian singkat atau keterangannya (jika disertai gambar).
6. Uraian invensi secara lengkap, jangan ada yang tertinggal. Semua harus terungkap di sini.

Halaman Klaim
Klaim dibuat pada halaman selanjutnya yang berisi pokok-pokok invensi, juga memuat reaksi kimia, tabel, atau rumus matematika. Klaim ini sangat penting untuk meyakinkan pihak terkait tentang orisinalitas dan manfaat temuan. Karena invensi harus dapat dimanfaatkan dalam bidang industri atau bidang lainnya. Juga digunakan untuk kepentingan makhluk hidup.

Abstrak
Halaman selanjutnya berupa abstrak. Membuat ringkasan atau garis besar invensi. Pengungkapannya diusahakan kurang dari / tepat 200 kata. Karena berupa ringkasan, ungkapkan poin penting saja. Abstrak memenuhi garis pokok informasi yang dapat mewakili keseluruhan deskripsi.
Halaman berikutnya dan Lampiran

1. Berikutnya ada gambar yang memuat simbol, angka, bagan, diagram. Semua elemen itu menjelaskan bagian-bagian inversi, namun dilarang menguraikan dengan kata-kata.

2. Lalu, bukti prioritas asli, apabila diajukan menggunakan hak prioritas. Halaman depan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disertakan di sini.

3. Jika inversi menggunakan bahasa asing selain bahasa Inggris, maka uraian inversi diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

4. Bukti pembayaran permohonan paten.
Bagian deskripsi, klaim, serta abstrak diketik di kertas A4 HVS, berat minimal 80 gram dan ukuran margin, batas atas: bawah: kiri: kanan, masing-masing 2 : 2 : 2,5 : 2. Diberi page number / nomor urut di bagian atas tengah berupa angka Arab. Pada bagian uraian dan klaim, setiap 5 baris diberi nomor baris. Jika dilanjutkan halaman baru, maka nomor dimulai dari awal.

Fungsi Hak Paten

Hak paten bukan semata-mata untuk keuntungan pribadi atau kelompok saja. Sebenarnya ada berbagai manfaat hak paten yang wajib kita ketahui. Pemilik hak paten memang berhak mendapatkan keuntungan, namun temuannya bermanfaat bagi umat manusia. Hak eksklusif pemegang paten diberikan oleh negara tempatnya berasal.

Fungsi Hak Paten Yang Perlu diketahui

1. Memberi perlindungan hukum pada karya temuan atau karya intelektual supaya hak pemilik paten terjamin.
2. Menciptakan iklim yang dapat membangun kegiatan invensi, karena teknologi sangat penting demi meningkatkan produksi di sektor industri.
3. Memberikan apresiasi kepada inventor atas inovasi yang telah dilakukan.
4. Memberi insentif untuk inventor agar lebih bersemangat dalam bekerja.
5. Pengungkapan hak paten sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat agar bisa memanfaatkannya. Selain itu juga memberikan celah supaya siapapun dapat mengembangkan dan menyempurnakan teknologi yang sudah ada.

Manfaat Hak Paten
Selain fungsi, adapun manfaat yang diperoleh dari paten adalah sebagai berikut:
1. Mendapatkan hak eksklusif dari negara
2. Mendapat jaminan hukum
3. Meningkatkan daya saing di bidang teknologi
4. Memperkuat posisi pasar
5. Mendapat kesempatan lisensi
6. Mendorong investasi
7. Memperoleh insentif
Manfaat Informasi Terbuka Paten
1. Menciptakan jalan keluar masalah teknologi
2. Menghindari pelanggaran hak paten
3. Menghindari adanya kegiatan plagiarisme.
4. Mencari teknologi pilihan / alternatif.
5. Mengeksploitasi paten yang sudah kadaluarsa.

Invensi atau subjek yang bisa dikenai paten diantaranya berupa mesin, barang berguna, dan proses. Hak paten berwujud proses seperti kebenaran matematika serta software / perangkat lunak algoritma susah atau bahkan tidak bisa dipatenkan. Tetapi, jika ada aplikasi praktis (AS) atau efek teknikalnya (Uni Eropa) kasusnya akan berjalan berbeda. Masih ada kemungkinan untuk mengajukan hak paten.

Permohonan hak paten tergantung wilayah masing-masing. Jika seseorang ingin mengajukan perlindungan paten, maka harus datang ke negara bagian setempat. Di wilayah Eropa, apabila berhasil mendapat hak paten, pemegang akan memperoleh bonus hingga 36 paten tetapi tidak berlaku untuk seluruh wilayah Eropa, masing-masing hanya satu negara bagian saja. Hak paten yang sudah didapat akan membuat invensi maupun inventor dilindungi oleh hukum.

UU Hak Paten

UU hak paten diatur dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2001 yang isinya mencakup: paten merupakan sebuah hak eksklusif diberikan pada penemu dari negara di bidang teknologi, karena penemu telah menghasilkan penemuan, baik itu dilaksanakan sendiri maupun oleh orang lain atas persetujuannya. Orang yang berhasil menemukan penemuan atau invensi disebut inventor, sedangkan proses / produksinya disebut invensi. Berikut akan dijelaskan semua mengenai hak paten yang sudah diatur dalam UU.

Arti Kata Paten
Menurut bahasa, paten berasal dari bahasa Inggris yakni letters patent yang berarti surat keputusan oleh kerajaan untuk pelaku bisnis atau individu tentang hak eksklusif. Hal ini berkaitan erat dengan inventor, yaitu seseorang yang melakukan suatu ide dalam bentuk kegiatan sehingga menghasilkan invensi.

Inventor bisa satu orang atau kelompok. Invensi sendiri berupa proses atau produk, atau masih dalam tahap pengembangan /penyempurnaan.
Undang-Undang Hak Paten (UUHP) menyatakan terdapat tiga subjek invensi yang dapat dipatenkan, yaitu:

1. Mesin. Yang termasuk golongan mesin yakni aparatus dan alat.
2. Proses. Invensi berwujud proses diantaranya perangkat lunak, metode bisnis, algoritma, teknik medis, teknik olahraga, dan lain sebagainya.
3. Barang berguna, diantaranya perangkat elektronik, mekanik, komposisi materi: DNA, RNA, obat-obatan, kimia. Ada pengecualian, seperti Human Embryonic Stem atau sel punca embrionik manusia.

Hak Pemilik Paten
Berikut merupakan hak yang disematkan kepada pemilik hak paten diantaranya:
1. Pemilik hak paten berhak menyerahkan lisensi pada individu lain sesuai dengan surat perjanjian lisensi.
2. Memproduksi, menjual, menyewa, mengimpor, memakai, menyerahkan, menyediakan produk yang telah diberi paten.
3. Pemilik paten berhak untuk menggugat atau menuntut orang yang melakukan sesuatu seperti pada butir 2, untuk ganti rugi atau sesuai dengan keputusan pengadilan setempat.

Kriteria Pengajuan
Ada syarat tertentu yang harus dimiliki invensi supaya bisa diajukan permohonan paten. Syarat tersebut antara lain:

1. Produk atau proses invensi tidak mempunyai kesamaan dengan teknologi sebelumnya yang sudah dipatenkan. Jadi, sifatnya masih baru.

2. Terdapat langkah inventif.

3. Dapat digunakan dalam dunia industri. Maksudnya ialah proses atau produk invensi itu bisa diproduksi atau dimanfaatkan di bidang industri. Untuk pengurusan pendaftaran merek dagang silahkan hubungi Patendo Konsultan HKI Terdaftar.

Bagikan :
There are currently no comments.

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.