Cara Memperoleh Hak Atas Merek

Cara memperoleh hak atas merek perlu diketahui oleh para pemilik produk atau jasa yang sudah memiliki merek namun belum didaftarkan atau dipatenkan. Merek yang belum terdaftar sewaktu – waktu dapat ditiru dan didaftarkan oleh orang lain. Hal ini tentu sangat beresiko bagi para pengusaha. Apalagi jika merek tersebut sudah terlanjur populer dan dikenal oleh masyarakat. Oleh sebab itu, hal pertama yang perlu dilakukan ketika pengusaha membuat suatu produk baru adalah mendaftarkan merek dan mendapatkan hak intelektual.

hak intelektual

Hak intelektual adalah hak untuk mematenkan suatu ide atau gagasan Anda agar tidak diakui oleh orang lain. Hak merek  secara spesifik digunakan di bidang perdagangaan atau jasa yang memberikan daya pembeda terkait tanda yang beupa nama, gambar, huruf – huruf, kata, angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur – unsur tersebut. Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana cara mengurus ijin hak merek dan dasar hukumnya akan diulas lebih lanjut berikut ini. Hak merek sebenarnya juga sudah memiliki ketentuan hukum di antaranya adalah Undang Undang Merek Nomor 15 Th. 2001 , PP Nomor 20 Th 2005 tentang cara permohonan, pemeriksaan, dan juga penyelesaian banding merek Selanjutnya prosedur permohonan merek dilakukan secara bertahap.

Untuk proses atau cara memperoleh hak atas merek, ada beberapa syarat permohonan yang wajib dipenuhi. Jadi, untuk mendapatkan hak merek tidak cukup hanya dengan melayangkan surat permohonan pendaftaran merek. Ada beberapa lampiran yang wajib untuk disertakan di antaranya adalah fotokopi KTP.

Untuk pemohon dari luar negeri disesuaikan dengan ketentuan undang – undang dan harus memiliki tempat kedudukan di Indonesia. Alamat yang digunakan biasanya adalah alamat kuasa hukumnya. Lampiran selanjutnya adalah fotokopi akta pendirian badan hukum. Dokumen ini harus disahkan oleh notaris jika permohonan diajukan dengan nama badan hukum.

Hak intelektual adalah

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui bahwa ada merek yang dilindungi. Jenis merek yang dilindungi antara lain adalah merek jasa dan merek dagang. Merek jasa adalah merek yang digunakan untuk jasa yang ditawarkan oleh seseorang atau kelompok atau badan hukum agar dapat dibedakan dengan jasa – jasa lainnya yang sejenis. Merek dagang adalah merek yang digunakan untuk barang yang ditawarkan oleh seseorang atau kelompok atau badan hukum agar dapat dibedakan dengan barang lain yang sejenis.

Merek kolektif adalah merek yang digunakan untuk barang atau jasa yang memiliki karakteristik sama yang ditawarkan oleh kelompok atau badan hukum untuk membedakan dengan barang atau jasa sejenisnya. Bagi pelaku usaha yang sudah memiliki hak merek, Anda perlu mengetahui ciri – ciri hak merek. Pertama jenis merek yang dilindungi meliputi kata, gambar, huruf – huruf, nama, warna, angka, atau gabungan dari semua unsur di atas. Kedua, kriteria perlindungannya adalah memiliki daya beda dan digunakan sebagai langkah untuk identifikasi.

Cara memperoleh hak atas merek adalah dengan mengajukan permintaan pendaftaran merek melalui konsultan HKI kami.

formulir pendaftaran merek dagang

Masa berlaku merek tersebut adalah 10 tahun terhitung dari waktu penerimaan permohonan pendaftaran. Masa berlaku ini dapat terus berlangsung jika diperpanjang. Pelanggaran terjadi jika pemohon menggunakan merek yang serupa atau sama dengan merek yang sudah terdaftar dari pelaku usaha lain.

Fungsi merek atau hak merek memberikan hak monopoli untuk para pemegangnya terkait penggunaan komoditas sejenis dalam waktu 10 tahun dan masih dapat diperpanjang. Merek juga memiliki beberapa fungsi demi kepentingan konsumen di antaranya adalah untuk melindungi konsumen dari produk – produk palsu, sebagai pembeda suatu produk dengan produk lain yang sejenis, mengamankan dan menjaga kepentingan produsen, memberikan reputasi dan garansi, dan sebagai jaminan kualitas.

Cara memperoleh hak atas merek

Dengan melihat fungsi tersebut, ini tentu menjadi alasan kuat bagi para pemilik produk atau jasa untuk segera mendaftarkan merek mereka agar mendapatkan hak merek. Hak merek membantu mereka untuk melindungi produk atau jasa yang telah terdaftar dari penyalahgunakan termasuk penjiplakan dan pemalsuan yang mendompleng ketenaran produk Anda. Pemalsuan terhadap merek dagang yang dilakukan oleh pihak lain dapat dituntut untuk membayar denda antara Rp 200 juta sampai Rp 1 milyar.

Sayangnya kesadaran para pengusaha untuk mematenkan dan mendaftarkan bisnis mereka sampai saat ini masih kurang. Hal ini bertolak belakang dengan para pengusaha di Amerika atau di Eropa. Biasanya para pelaku usaha di Indonesia mulai merasa kebingungan ketika produk mereka dibajak oleh orang lain dan tidak dapat menuntutnya ke karena tidak mempunyai sertifikat HKI atas merek produk yang bersangkutan.

    Chat WA