021 2237 9620 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

10+ Prinsip dan Manfaat Hak Kekayaan Intelektual

Hak kekayaan intelektual yang Anda miliki perlu didaftarkan, agar tidak ada pihak lain yang menjiplak atau memperjualbelikan dengan bebas karya yang telah Anda ciptakan.

Daftarkan segera kekayaan intelektual Anda. Dengan bantuan Patendo pendaftaran menjadi lebih mudah, hubungi kami WA 0853 5122 5081.

pengertian dan sifat sifat hak kekayaan intelektual

Pengertian dan sifat-sifat hak kekayaan intelektual

Hak kekayaan intelektual merupakan hak yang tercipta dari hasil olah pikir sehingga dapat menghasilkan suatu produk yang dapat bermanfaat untuk kepentingan manusia.

Selain itu juga memiliki arti sebagai suatu perlindungan khusus yang diberikan negara kepada seseorang atau sekelompok orang atau badan hukum yang gagasan, ide atau karyanya dituangkan ke dalam suatu karya berwujud.

Intinya hak kekayaan intelektual merupakan hak yang dapat dinikmati secara ekonomis dari hasil kreativitas intelektual manusia.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa perlu adanya penghargaan atas karya yang telah dihasilkan berupa perlindungan hukum.

Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mendorong semangat berkarya dari pihak-pihak yang menciptakan kekayaan intelektual. Berikut ini sifat-sifat kekayaan intelektual di antaranya:

1. Memiliki jangka waktu tertentu

Jika masa perlindungan karya cipta, penemuan, atau merek telah habis, maka akan menjadi milik umum. Namun ada pula yang setelah habis masa perlindungannya masih dapat kesempatan untuk memperpanjang, contohnya merek dagang.

2. Memiliki sifat eksklusif dan mutlak

Hak kekayaan intelektual yang memiliki sifat eksklusif dan mutlak berarti dapat dipertahankan siapa saja. Pemilik hak dapat menuntut pihak yang menyalahgunakan atas kekayaan intelektual tersebut.

Pemilik hak dapat menggunakan haknya untuk melarang pihak lain yang tidak memiliki izin dalam menggunakan karyanya.

3. Bersifat teritorial

Hak atas kekayaan intelektual yang dilindungi di Indonesia merupakan kekayaan intelektual yang sudah terdaftar di Indonesia, sehingga bersifat teritorial.

Objek perlindungan hukum yang telah diatur dalam hak kekayaan intelektual yang lahir atau timbul karena kemampuan intelektual manusia secara umum dapat dibagi menjadi 2 yaitu hak kekayaan intelektual industri dan hak cipta.

Hak kekayaan industri dapat mencakup, hak paten (patent), merek (trademark), desain industri (industrial design), perlindungan varietas tanaman (plant variety), rahasia dagang (trade secrets) dan desain tata letak sirkuit terpadu (circuit layout).

Hak khusus yang diberikan negara kepada pemilik hak baik itu pencipta, pendesain, inventor dan sebagainya tidak lain untuk memberikan penghargaan atas hasil karyanya.

prinsip dan manfaat hak kekayaan intelektual

Prinsip dan manfaat hak kekayaan intelektual

Prinsip yang terdapat dalam sistem kekayaan intelektual bertujuan untuk menyeimbangkan kepentingan individual dengan kepentingan masyarakat. Prinsip-prinsip yang ada dalam hak atas kekayaan intelektual di antaranya:

1. Prinsip ekonomi

Prinsip ekonomi merupakan hak kekayaan intelektual yang berasal dari kegiatan kreatif yang tercipta atas kemampuan daya pikir manusia yang dapat diekspresikan dalam berbagai bentuk sehingga memberikan keuntungan kepada pemiliknya.

Prinsip ini mempunyai manfaat dan nilai yang berguna untuk kepentingan masyarakat. Nilai ekonomi yang diciptakan merupakan bentuk kekayaan intelektual bagi pemilik atau penciptanya.

Sehingga akan mendapatkan keuntungan seperti royalti atas pemutaran lagu dan musik serta mendapatkan penjualan dengan harga yang tinggi pada merek dagang yang dimiliki.

2. Prinsip keadilan

Prinsip keadilan yaitu apabila setiap karya cipta seseorang yang membutuhkan kemampuan intelektual dalam ilmu pengetahuan, seni dan sastra, maka akan memperoleh perlindungan.

Berdasarkan prinsip keadilan ini, perlindungan hukum akan diberikan kepada siapa saja yang mendaftarkan karya ciptanya kepada pihak terkait.

Mendapat hak atau kekuasaan untuk bertindak, karena pencipta hasil karya pantas memperoleh penghargaan dan hak tersebut.

3. Prinsip kebudayaan

Prinsip kebudayaan dapat tercipta dari kemampuan seseorang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, seni dan sastra untuk meningkatkan kehidupan manusia.

Karena pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan, seni dan sastra dapat berguna bagi peningkatan taraf hidup, selain itu dapat memberikan keuntungan untuk masyarakat lainnya.

Berdasarkan prinsip tersebut, pengakuan dan keuntungan atas kreasi ilmu pengetahuan, seni dan dan sastra dalam bentuk perlindungan tersebut, diharapkan dapat memberikan semangat dan minat untuk menciptakan karya baru.

4. Prinsip sosial

Prinsip sosial yang mengatur kepentingan manusia sebagai warga negara, akan memberikan perlindungan kepada pencipta untuk dapat memenuhi kepentingan individualnya dan kepentingan masyarakat lain.

Adanya keseimbangan ini dapat terlihat dari ketentuan fungsi sosial dan lisensi dalam peraturan undang-undang hak cipta.

Artinya hak yang diakui secara hukum dan telah diberikan kepada pencipta merupakan satu kesatuan, sehingga perlindungan diberikan karena untuk kepentingan individu maupun masyarakat.

undang undang hak kekayaan intelektual

Selain memberikan manfaat ekonomi, hak atas kekayaan intelektual memberikan beberapa manfaat lainnya, yaitu:

1. Bentuk perlindungan hukum kepada pencipta, inventor, penemu atau pendesain terhadap hasil karyanya.

Dengan memberikan hak ekslusif tersebut diharapkan dapat mewujudkan aset berharga dari karya tersebut dan agar mendorong semangat untuk menciptakan karya baru lagi di bidang teknologi, ilmu pengetahuan dan lainnya.

2. Mengurangi risiko atas pelanggaran hak kekayaan intelektual.

3. Meningkatkan produktivitas mutu dan daya saing dan memperluas pangsa pasar, khususnya dalam memasarkan karya kekayaan intelektual.

4. Sebagai bentuk apresiasi karya sehingga dapat memotivasi para pencipta, pendesain, penemu dan masyarakat luas untuk melakukan inovasi.

5. Sebagai pertimbangan dalam menentukan strategi pemasaran, penelitian, industri dan bisnis di wilayah sendiri, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas.

6. Memberikan kebebasan membuat suatu karya dari para pencipta, pendesain, atau penemu agar karyanya dapat bermanfaat untuk masyarakat.

7. Dapat menambah pengetahuan pencipta, sehingga dapat mengangkat harkat dan martabatnya.

8. Dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi para investor.

9. Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman suku budaya dan ilmu pengetahuan dalam mengembangkannya memerlukan perlindungan hak atas kekayaan intelektual yang lahir dari keanekaragaman tersebut.

10. Dapat mendorong percepatan informasi dan peningkatan kualitas atas karya yang diciptakan. Itulah beberapa prinsip dan manfaat dari hak atas kekayaan intelektual.

biaya daftar hak kekayaan intelektual

Macam-macam kekayaan intelektual

1. Paten

Undang-undang menyebutkan bahwa paten adalah hak khusus yang diberikan negara kepada inventor atas hasil karya invensinya di bidang teknologi, contohnya touch screen atau layar sentuh.

Sebagai inventor yang mendapatkan hak tersebut dapat memanfaatkan sendiri invensinya tersebut, atau memberikan perjanjian kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Hak paten hanya bisa diberikan negara kepada penemu yang telah menemukan penemuan baru di bidang teknologi.

Arti penemuan dalam hal ini adalah kegiatan memecahkan masalah tertentu di bidang teknologi yang berupa hasil, proses, produksi, penyempurnaan dan pengembangan proses hasil produksi.

2. Merek

Merek merupakan tanda yang dapat berupa gambar, kata, nama, susunan warna, huruf-huruf atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut, digunakan sebagai tanda pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Artinya merek digunakan untuk membedakan produk satu dengan produk lainnya dalam rangka menjaga kualitas, meningkatkan perdagangan dan melindungi konsumen dan produsen.

Biasanya istilah merek yang umum digunakan yaitu merek dagang, merek yang digunakan untuk perdagangan barang oleh seseorang atau lebih untuk dapat membedakan dengan barang sejenis lainnya.

Selain itu istilah merek lainnya yaitu merek jasa. Merek ini digunakan untuk perdagangan jasa yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang atau badan hukum untuk dapat membedakan jasa satu dengan saja lainnya yang sejenis.

Yang terakhir yaitu merek kolektif yaitu merek yang digunakan untuk jenis barang atau jasa dengan karakteristik yang sama.

Bisa diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama, atau badan hukum untuk dapat membedakan barang atau jasa yang sejenis.

Hak khusus yang diberikan negara kepada pemilik merek, dapat menggunakan mereknya sendiri atau memberikan izin kepada pihak lain dalam menggunakan atau memasarkan produknya.

3. Desain industri

Desain industri merupakan hasil karya yang diciptakan seseorang dalam kreasi bentuk, konfigurasi, komposisi garis atau warna atau gabungan dari beberapa unsur tersebut.

Sehingga menghasilkan karya berbentuk dua atau tiga dimensi yang memberikan nilai estetika, sehingga dapat dipakai untuk menghasilkan barang, produk, komoditas atau kerajinan tangan.

Dengan menerima hak atas desain yang didaftarkan oleh pendesain, maka ia dapat menggunakan haknya tersebut untuk digunakan dalam perindustrian atau perdagangan, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi pendesain.

4. Desain tata letak sirkuit terpadu

Desain tata letak sirkuit terpadu merupakan produk yang dihasilkan dalam bentuk jadi atau setengah jadi, di dalamnya terdapat beberapa elemen minimal terdiri dari satu elemen yang aktif.

Dalam elemen tersebut terdapat sebagian atau seluruhnya saling berkaitan dan dapat dibentuk secara terpadu dalam sebuah bahan semikonduktor kemudian digunakan untuk menghasilkan fungsi elektronik.

Perlindungan atas desain tata letak sirkuit terpadu menganut sistem orisinalitas. Dianggap sebagai desain yang orisinal jika hasil karya mandiri pendesain bukan merupakan suatu hal yang bersifat umum.

Perlindungan diberikan oleh negara apabila pendesain mengajukan permohonan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya perlindungan diharapkan dapat menjamin hak pendesain agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan desainnya tersebut.

jenis hak kekayaan intelektual

5. Rahasia dagang

Rahasia dagang merupakan informasi yang tidak bisa diketahui oleh masyarakat umum di bidang teknologi atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan dapat berguna untuk kegiatan bisnis dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik.

Perlindungan rahasia dagang dapat meliputi metode produksi, cara pengolahan, cara penjualan, termasuk resep makanan dan minuman, proses produksi, daftar klien, dan rencana pemasaran.

Pemilik rahasia dagang harus menjaga kerahasiaan dengan pihak yang diberikan informai rahasia tersebut dan perlu memperhatikan hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kehilangan perlindungan.

6. Indikasi geografis

Indikasi geografis dapat diartikan sebagai tanda yang bisa menunjukkan daerah asal suatu barang, karena faktor manusia, alam atau kombinasi dari faktor tersebut dapat membedakan ciri kualitas tertentu atas barang yang dihasilkan.

Contoh indikasi grografis yaitu produk Kopi Arabika Kintamani Bali, Mebel Ukir Jepara, Madu Sumbawa, Carica Dieng, Ubi Cilembu Sumedang dan masih banyak lainnya.

Hampir sama dengan perlindungan merek, perlindungan indikasi geografis juga mensyaratkan adanya proses permohonan pendaftaran.

Namun permohonan indikasi geografis dilakukan oleh kelompok masyarakat yang mewakili kepentingan produk yang bersangkutan. Indikasi geografis juga tidak ada batasan waktu perlindungan selama karakteristik keunggulannya masih tetap bisa dipertahankan.

7. Hak cipta

Hak cipta merupakan hak khusus yang diciptakan melalui karya cipta dan timbul secara otomatis melalui prinsip deklaratif setelah ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Contoh hak cipta yang dapat dilindungi yaitu lagu dan musik. Setelah pencipta memperoleh haknya, maka ia berhak untuk memperbanyak ciptaannya tersebut.

Jadi jika ada pihak yang sengaja menyalin ciptaan tanpa izin maka termasuk dalam pelanggaran hak cipta. Itulah jenis-jenis kekayaan intelektual yang dapat memperoleh perlindungan hukum.

contoh hak kekayaan intelektual

Undang-undang hak kekayaan intelektual

Hak atas kekayaan intelektual merupakan hak eksklusif yang diberikan negara oleh pihak yang memiliki kekayaan intelektual dan telah diatur oleh negara dalam Undang-Undang Republik Indonesia. Berikut dasar hukum kakayaan intelektual di antaranya:

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri.

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2016 tentang Hak Paten.

4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.

6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

Kekayaan intelektual yang dimiliki seseorang mempunyai potensi untuk memperoleh keuntungan bagi pemiliknya jika dimanfaatkan dengan baik.

Dalam pelaksanaan perlindungan hukum bagi suatu karya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seperti pelaksanaan perlindungan yang ada di luar negeri memperlihatkan bahwa pelaksanaan dan perlindungan dapat mendorong investasi dan pengalihan teknologi yang lebih efisien. Sehingga dapat mendorong kualitas mutu dan daya saing bagi masyarakat dan perusahaan.

Pemerintah telah berupaya membuat peraturan yang lebih memadai untuk meningkatkan pelayanannya sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam memegang peran perekonomian yang semakin berkembang.

Dengan adanya perlindungan kekayaan intelektual ini diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar dapat bersaing dan menghadapi perkembangan perekonomian nasional maupun internasional.

ruang lingkup hak kekayaan intelektual

Syarat dan cara daftar hak atas kekayaan intelektual

Permohonan pendaftaran kekayaan intelektual dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara elektronik maupun non elektronik.

Permohonan secara elektronik dapat dilakukan melalui laman Direktorat Hak Kekayaan Intelektual, namun saat ini permohonan online hanya dapat dilakukan oleh konsultan.

Permohonan secara non elektronik dapat dilakukan dengan datang langsung ke kantor Direktorat Jenderal. Berikut cara pendaftaran hak kekayaan intelektual, meliputi permohonan merek, desain industri, hak cipta dan hak paten:

1. Cara mendaftar merek

Untuk dapat melakukan permohonan pendaftaran merek, berikut beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi:

1. Mengisi formulir rangkap dua dalam bahasa Indonesia oleh pemohon atau kuasanya kepada Menteri Hukum dan HAM. Isi formulir dengan nama, alamat lengkap dan kewarganegaraan.

2. Melampirkan dokumen-dokumen permohonan, seperti:

1. Label merek sebanyak tiga lembar sesuai ketentuan dalam fomulir permohonan merek.

2. Surat pernyataan kepemilikan merek.

3. Surat kuasa, apabila permohonan diajukan melalui kuasa.

4. Fotokopi KTP.

5. Fotokopi NPWP, apabila permohonan diajukan atas nama perusahaan.

6. Bukti prioritas, dalam hal menggunakan hak prioritas dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

7. Bukti pembayaran biaya permohonan.

2. Cara mendaftar hak cipta

1. Mengisi formulir pendaftaran ciptaan yang telah disediakan dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap tiga, setelah terisi lengkap formulir ditandatangani di atas materai.

2. Isi surat permohonan pendaftaran ciptaan dengan mencantumkan:

Nama, kewarganegaraan dan alamat pencipta.

Nama, kewarganegaraan dan alamat pemegang hak cipta, nama kewarganegaraan dan alamat kuasa, jenis dan judul ciptaan.

Tanggal dan tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali.

Uraian ciptaan (rangkap 3).

3. Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang hak cipta berupa fotokopi KTP atau paspor.

4. Apabila permohonan diajukan atas nama badan hukum, maka harus melampirkan akta pendirian badan hukum tersebut.

5. Melampirkan surat kuasa, apabila permohonan tersebut diajukan oleh seorang kuasa, dalam hal ini yaitu konsultan.

6. Apabila pemohon tidak bertempat tinggal di dalam wiliayah RI, maka untuk keperluan permohonan pendaftaran ciptaan ia harus memiliki tempat tinggal dan menunjuk seorang kuasa di dalam wilayah RI.

7. Apabila permohonan pendaftaran ciptaan diajukan lebih dari seorang atau suatu badan hukum, maka nama-nama pemohon harus ditulis semua, dengan menentukan satu alamat pemohon.

8. Apabila ciptaan tersebut telah dipindahkan, agar melampirkan bukti pemindahan hak.

9. Melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau penggantinya.

10. Surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya dapat diajukan untuk satu ciptaan.

hak kekayaan intelektual terdaftar

3. Cara mendaftar desain industri

1. Mengisi formulir permohonan, surat permohonan berisi nama jelas, domisili, alamat perusahaan, identitas hasil desain dan penggunaannya, permohonan ditandatangani oleh pemohon atau kuasanya.

2. Permohonan yang diajukan secara bersama-sama oleh lebih dari satu pemohon, permohonan tersebut ditandatangani oleh satu pemohon dengan dilampiri surat persetujuan secara tertulis dari pemohon lainnya.

3. Permohonan yang diajukan oleh bukan pendesain, maka permohonan harus dilengkapi dengan bukti bahwa pemohon berhak atas desain industri yang bersangkutan.

4. Pemohon harus membawa contoh fisik dan uraian dari desain yang dimohonkan pendaftarannya.

5. Melampirkan akta pendirian badan hukum serta replika desain barang yang didaftarkan.

6. Membayar biaya permohonan desain industri.

4. Cara mendaftar hak paten

1. Mengisi formulir pendaftaran hak paten, permohonan paten diajukan dengan cara mengisi formulir yang disediakan dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap empat.

2. Melampirkan surat kuasa, apabila pemohon mengajukan melalui konsultan selaku kuasanya.

3. Melampirkan surat pengalihan hak, apabila pemohon diajukan oleh pihak lain yang bukan penemu.

4. Deskripsi klaim dan abstrak, masing-masing tiga lembar.

5. Bukti prioritas asli dan terjemahan halaman depan dalam bahasa Indonesia rangkap empat, apabila diajukan dengan hak prioritas.

6. Terjemahan uraian penemuan dalam bahasa Inggris, apabila penemuan tersebut dalam bahasa asing selain bahasa Inggris, rangkap dua.

7. Setiap lembar kertas hanya boleh menggunakan halaman depannya saja yang dipergunakan untuk penulisan dan gambar.

8. Deskripsi klaim dan abstrak diketik dalam kertas HVS atau sejenisnya yang terpisah dengan ukuran A-4 dengan berat 80 gram.

9. Kertas A-4 tersebut harus berwarna putih, rata tidak mengkilat dan pemakaiannya dilakukan dengan menempatkan sisinya yang pendek di bagian atas dan bawah.

10. Setiap lembar deskripsi, klaim dan gambar diberi nomor urut angka Arab bagian tengah atas dan tidak pada batas.

11. Pengetikan harus menggunakan tinta hitam, dengan ukuran antar spasi 1,5.

12. Seluruh dokumen paten yang diajukan harus dalam lembar-lembar kertas utuh, tidak boleh dalam keadaan sobek, terlipat, rusak atau gambar yang ditempelkan.

13. Bukti pembayaran permohonan hak paten.

macam macam kekayaan intelektual

Contoh sengketa hak atas kekayaan intelektual

Perkembangan kekayaan intelektual semakin meningkat setiap tahunnya. Namun tidak jarang banyak yang menyalahgunakan karya-karya kekayaan intelektual tersebut demi bersaing dengan cara yang tidak sehat.

Berikut ini contoh kasus-kasus pelanggaran hak kekayaan intelektual di antaranya:

1. Kasus sengketa merek motor Karisma vs Krisma.

Pemilik sepeda motor merek Krisma Cheng Sen Djiang Gunawan Chandra mengajukan gugatan kepada PT AHM yang memiliki merek motor Karisma ke Pengadilan Niaga.

Setelah melalui beberapa kali sidang majelis hakim mengabulkan gugatan Chandra. Artinya merek sepeda motor Karisma dihapus dalam daftar merek.

Hasil keputusan majelis hakim tersebut atas pertimbangan bahwa merek Karisma milik PT AHM tidak menggunakan mereknya sesuai pendaftaran di Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual.

Kemudian PT AHM mengajukan kasasi, karena tidak bisa menerima putusan majelis hakim. Kristanto selaku pihak PT AHM berpendapat bahwa PT Tossa Shakti milik Chandra diduga memiliki iktikad yang buruk.

2. Kasus pelanggaran judul lagu Arjuna Mencari Cinta milik Dewa 19.

Lagu Dewa 19 yang berjudul Arjuna Mencari Cinta pernah tersangkut pelanggaran hak cipta pada tahun 2002. Pencipta lagu Yudhistira Massardi yang memiliki judul lagu Arjuna Mencari Cinta keberatan atas judul lagu tersebut.

Sengketa semakin memanas ketika Dewa 19 masih mempromosikan lagunya kepada khalayak. Akhirnya mereka melakukan negosiasi panjang dan menyepakati bahwa Dewa 19 akan mengganti judul lagunya dengan judul Arjuna.

Kemudian menyebarluaskan klarifikasi tersebut melalui surat kabar. Iktikad tersebut dilakukan untuk mengganti hak moral dari pihak yang bersangkutan.

3. Kasus pelanggaran desain industri Eco Bottle.

Tupperware pemilik produk Eco Bottle menyadari adanya penyalahgunaan desain botol tersebut. Mereka kemudian melacak peredaran dan produksi botol tersebut dan akhirnya menemukan produksi botol merek Biolife di Semarang.

Setelah melakukan investigasi, pihak Dart Industries Inc melayangkan gugatan kepada dua perusahaan dan empat perorangan yang memproduksi botol mirip dengan miliknya tersebut kepada Pengadilan Niaga Semarang.

Pihak Tupperware berpendapat bahwa botol merek Biolife mempunyai kesamaan dengan Eco Bottle miliknya, seperti konfigurasi penutup, konfigurasi lingkaran di bagian tengah dan lekukan simetris empat sudut jika dilihat dari atas botol.

Namun hasil gugatan tersebut menyatakan bahwa pihak Tupperware salah alamat, karena para tergugat bukan sebagai produsen, melainkan hanya memasarkan produk Biolife saja, sehingga gugatan masih dianggap prematur oleh majelis.

syarat dan cara daftar hak atas kekayaan intelektual

4. Kasus sengketa hak paten bak penampung air.

Yennika pemilik bak penampung air atau toren dua lapis ini mendapat somasi dari Tan Suryanto pada 2011. Tan mengaku telah memiliki hak paten atas model toren dua lapis tersebut.

Menurut Yennika model toren dua lapis tersebut sama persis dengan model yang didapatkan dari Cina. Sebelum tergugat mendaftarkan hak patennya, produk toren yang berlapis dua telah ada dan beredar luas di Indonesia milik Walrus.

Pada 2012 Yennika mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga, hakim memutuskan menolak pembatalan hak paten tergugat pada tahun 2013.

5. Kasus pelanggaran indikasi geografis Kopi Arabika Toraja.

Banyak pihak asing yang mengklaim kepemilikan kopi Indonesia, salah satunya yaitu kopi toraja yang telah didaftarkan di negera Jepang dengan nama merek Toarco Toraja Coffe.

Selain kopi Toraja, ada juga merek Wild Gayo Luwak di Amerika Serikat yang melanggar indikasi geografis merek Kopi Arabika Gayo, kemudian merek Gayo Mountain Coffee dengan merek Amaro Gayo Coffee di Inggris.

Pelanggaran tersebut tentu dapat merugikan nilai ekonomi kopi Indonesia dan dapat mengancam penurunan minat kopi khas Indonesia di kancah internasional.

Upaya yang harus dilakukan yaitu menggugat pihak terkait agar tidak menggunakan nama merek kopi khas Indonesia tersebut sebagai produk yang telah didaftarkan pada indikasi geografis Indonesia.

Karena dalam UU No. 20 Tahun 2016 tidak ada aturan secara eksplisit mengenai pelanggaran indikasi geografis di luar negeri.

Itulah beberapa contoh kasus pelanggaran hak kekayaan intelektual yang ada di Indonesia.
Anda sudah mempunyai karya kekayaan intelektual, namun masih enggan dan ragu mendaftarkanya? Justru hal tersebut dapat menghambat bisnis Anda.

Segera daftarkan kekayaan intelektual Anda seperti merek, desain industri dan hak cipta melalui Patendo, karena prosesnya mudah dan efisien. Silahkan hubungi kami WA 0853 5122 5081.

0 0 vote
Article Rating
Bagikan :
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x