021 2237 9620 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

7+ Fungsi Penting Hak Paten Merek

Dapatkan hak paten merek produk Anda dengan cara mudah dan biaya terjangkau melalui Patendo, konsultan HKI terdaftar. Segera hubungi 0853 5122 5081 untuk informasi lebih lanjut.

Merek merupakan bagian penting dari suatu produk barang atau jasa dan perusahaan. Pemilik merek dapat memperoleh hak atas mereknya melalui proses pendaftaran. Berikut ini ulasan lengkap tentang merek hingga perolehan hak atas merek tersebut.

hak paten merek dagang

Hak paten merek dan fungsinya

Dalam Undang-Undang Merek Nomor 15 Tahun 2001, merek didefinisikan sebagai gambar, kata, huruf, nama, angka atau gabungan dari elemen tersebut yang digunakan dalam perdagangan dan punya daya pembeda.

Merek sendiri sudah ada sejak abad 18 pada masa revolusi industri. Tujuan penggunaan merek adalah memperkenalkan barang yang diproduksi perusahaan agar orang tahu asal produk tersebut.

Ada tiga jenis merek yang perlu diketahui, di antaranya:

1. Merek dagang.

Merek dagang adalah merek pada barang yang digunakan dalam perdagangan untuk membedakan barang satu dengan lainnya oleh seseorang atau sekelompok orang.

2. Merek jasa.

Merek jasa merupakan merek pada jasa yang digunakan dalam perdagangan untuk membedakan jasa satu dengan lainnya oleh seseorang maupun badan hukum.

3. Merek kolektif.

Merek kolektif yaitu merek barang atau jasa yang memiliki karakter sama dan diperdagangkan oleh seseorang atau badan hukum sebagai pembeda barang atau jasa sejenis lainnya.

Merek akan memperoleh hak eksklusif setelah didaftarkan dan disetujui oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

Hak tersebut adalah hak paten merek yang memungkinkan pemiliknya untuk menggunakan sendiri merek tersebut atau melisensikannya kepada orang lain.

Hak ini diberikan oleh pemerintah kepada pemilik merek sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan intelektual seseorang. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya merek bagi produsen, konsumen dan distributor atau penjual.

Apa saja fungsi merek?

Bagi produsen, merek berfungsi sebagai jaminan nilai produk yang dihasilkan, termasuk segi kualitasnya. Dari segi konsumen, merek berarti sebagai tanda yang dapat mempermudah dalam proses pembelian.

Sedangkan bagi penjual atau distributor, merek digunakan sebagai alat promosi produk untuk memperoleh dan memperluas pasar. Selain itu, ada beberapa fungsi lain dari merek antara lain:

1. Fungsi promosi

Merek digunakan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan produk agar dapat dikenal masyarakat dan mampu memperoleh serta merajai pasar.

2. Fungsi pembeda

Merek berfungsi sebagai sarana pembeda dari produk barang atau jasa sejenis lainnya agar memudahkan identifikasi konsumen.

3. Fungsi jaminan reputasi

Merek menunjukkan kualitas, asal dan reputasi produk serta perusahaan sebagai jaminan bagi konsumen.

4. Fungsi investasi dalam industri

Merek dapat menunjang pertumbuhan industri dengan mendatangkan banyak investor asing dan dalam negeri.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memperoleh hak paten merek mengingat banyaknya fungsi merek bagi produk dan perusahaan. Untuk memperolehnya, Anda harus mengajukan permohonan ke Direktorat Jenderal KI.

Agar tidak salah langkah, cermati penjelasan lengkap untuk memperoleh hak paten merek di bawah ini.

hak paten merek usaha

Kriteria merek yang tidak mendapat perlindungan

Merek harus mampu membedakan satu produk barang atau jasa dengan yang sejenis lainnya. Merek dapat berupa:

1. Kata, seperti Google, Toyota, atau Mandiri.

2. Frasa, seperti Sinar Jaya atau Air Mancur.

3. Kalimat, seperti Building for a Better Future atau Terus Terang Philip Terang Terus.

4. Gambar, seperti lukisan burung biru pada logo Twitter atau gambar kelinci pada logo Dua Kelinci.

5. Suara.

6. Nama, seperti Tommy Hilfiger atau Salvatore Ferragamo.

7. Huruf, seperti huruf “F” pada logo Facebook atau huruf “K” pada logo Circle-K.

8. Susunan warna, seperti pada logo Pepsi atau Pertamina.

9. Angka, seperti angka “7” pada logo Seven Eleven atau angka “3” pada logo provider GSM Three.

10. Hologram.

11. Huruf-huruf, seperti IBM atau DKNY.

12. Bentuk 3 (tiga) dimensi.

13. Angka-angka, seperti merek rokok 555 atau merek wewangian 4711.

14. Gabungan dari unsur-unsur tersebut.

Sebaliknya, merek tidak dapat memperoleh hak paten merek atau didaftarkan jika:

1. Menjelaskan barang/jasa itu sendiri

Merek “Kecap” tidak bisa didaftarkan sebagai merek produk kecap. “Kopi” tidak bisa digunakan pada merek produk kopi. “Sabun” tidak bisa didaftarkan sebagai merek sabun dan lain sebagainya.

2. Didaftarkan atas dasar iktikad tidak baik

Merek dimohonkan pendaftarannya dengan tujuan menghancurkan atau mendompleng ketenaran merek lain karena memiliki persamaan dengan merek yang sudah terdaftar sebelumnya untuk kelas dan jenis barang yang sama.

3. Bertentangan dengan peraturan, agama, kesusilaan dan ketertiban umum

Kasus yang pernah terjadi adalah merek Buddha Bar yang akhirnya dibatalkan pendaftarannya karena bertentangan dengan agama.

4. Tidak punya daya pembeda

Contohnya huruf “K” yang berdiri sendiri tidak bisa didaftar karena tidak memiliki daya pembeda, berbeda dengan merek Circle-K yang dipadukan dengan kata Circle di depan.

5. Telah menjadi milik umum

Merek dengan tanda palang merah tidak dapat didaftar kerena milik umum, berbeda dengan tanda palang merah pada merek Swiss Army yang bisa didaftarkan.

6. Memiliki persamaan dengan merek terkenal

Kriteria merek terkenal adalah telah didaftarkan di sejumlah negara.

7. Memiliki persamaan dengan merek terdaftar

Misalnya ada merek terdaftar “Gulu” pada jenis usaha restoran, maka permohonan merek “Gulu”, “Gulue”, “Guuluu” pada jenis usaha yang sama dapat ditolak.

8. Memiliki persamaan dengan indikasi geografis

Misalnya merek “Gayo” untuk jenis barang kopi tidak dapat didaftarkan karena ada indikasi geografis Kopi Gayo. Selain 8 kriteria di atas, ada beberapa alasan suatu pendaftaran harus ditolak, di antaranya:

1. Merek berupa tiruan, sama atau mirip dengan stempel atau cap resmi lembaga negara atau pemerintah, kecuali ada perjanjian tertulis.

2. Merek berupa tiruan, sama atau mirip dengan nama, simbol, bendera, lambang atau emblem negara, lembaga nasional dan internasional, kecuali ada perjanjian dari pihak terkait.

3. Merek merupakan atau mirip dengan nama atau foto orang terkenal dan badan hukum milik orang lain, kecuali ada perjanjian lain.

Hak paten merek dan fungsinya

Siapa yang dapat memperoleh hak paten merek?

Istilah yang tepat adalah pemegang hak atas merek, bukan pemilik merek. Suatu merek boleh dimiliki oleh siapa saja selama belum mendapat hak atas merek melalui proses pendaftaran.

Setelah pengajuan merek disetujui, pemilik akan mendapat hak untuk menggunakan mereknya atau melisensikannya kepada pihak lain. Yang perlu dipahami adalah sistem pendaftaran brand yang berlaku di Indonesia adalah first to file.

Sistem ini memperbolehkan siapa pun untuk mengajukan pendaftaran dengan catatan pertama kali mengajukan.

Artinya, yang berhak memperoleh hak atas merek adalah pihak yang pertama kali mengajukan permohonan pendaftaran pada kelas dan jenis barang/jasa tertentu.

Untuk itu, dalam persyaratan daftar merek, pemohon diwajibkan melampirkan surat pernyataan kepemilikian merek yang menunjukkan bahwa merek yang akan dimohonkan pendaftarannya adalah benar miliknya.

Akan tetapi surat ini bukan berarti menunjukkan bahwa merek tersebut sudah terdaftar atas nama pemohon, karena harus melalui proses pemeriksaan oleh Dirjen.

Merek tersebut masih bisa dibatalkan permohonan pendaftarannya jika termasuk kriteria merek yang tidak berhak mendapat perlindungan atau tidak dapat didaftarkan.

Jika merek sudah terdaftar pun masih bisa dihapus dari daftar umum merek jika tidak dijalankan selama tiga tahun berturut-turut untuk kepentingan perdagangan sehingga dapa dipakai oleh siapa saja.

Siapa yang dapat memperoleh hak paten merek

Waktu terbaik untuk mengajukan hak paten merek

Dalam permohonan daftar merek, tidak ada persyaratan yang menyebutkan bahwa suatu merek harus mengandung unsur keaslian dan kebaruan seperti hak cipta dan paten.

Maka dari itu, suatu merek dapat didaftarkan kapan saja meski telah dipergunakan selama bertahun-tahun dengan catatan merek tersebut tidak mengandung kriteria merek yang tidak dapat didaftarkan.

Akan tetapi, prinsip daftar merek di Indonesia menganut sistem first to file seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Maka dari itu, waktu terbaik untuk mengajukan permohonan merek adalah secepat mungkin bahkan sebelum memulai usaha. Inilah yang terkadang diabaikan para pemilik usaha yang berakibat pada kehilangan merek.

Merek mereka sudah lebih dulu didaftarkan orang lain padahal mungkin saja merek tersebut sudah lama dijalankan sehingga saat akan didaftarkan justru tertolak oleh merek yang sama.

Waktu terbaik untuk mengajukan hak paten merek

Di mana hak paten merek berlaku?

Jika waktu perlindungan merek menganut prinsip first to file, maka untuk tempat berlakunya perlindungan menggunakan prinsip teritorial.

Ini berarti bahwa perlindungan merek hanya berlaku di wilayah tempat merek tersebut didaftarkan.

Dengan prinsip tersebut maka merek luar negeri yang masuk ke Indonesia namun tidak didaftarkan, tidak mendapat perlindungan merek di Indonesia meskipun sudah terdaftar di negara asal.

Begitu juga dengan merek Indonesia yang telah terdaftar, tidak berhak memperoleh perlindungan merek di negara lain kecuali jika mengajukan permohonan pendaftaran melalui konsultan HKI terdaftar.

Konsultan berperan sebagai kuasa permohonan yang harus berdomisili di negara tujuan pendaftaran brand.

Jadi, jika akan mendaftarkan merek di Singapura dan Indonesia maka harus menghubungi konsultan HKI di masing-masing negara yaitu Singapura dan Indonesia.

Merek Indonesia dapat dimohonkan pendaftarannya di negara lain dalam waktu 6 bulan sejak tanggal penerimaannya di Indonesia.

Permohonan dapat menggunakan hak prioritas sehingga tanggal penerimaan merek akan sama antara di Indonesia dan di negara tujuan.

Beberapa negara sudah menggunakan sistem terpusat dalam permohonan daftar merek yang memiliki kelebihan dan kekurangan tentunya.

Kelebihannya adalah pemohon tidak perlu mengajukan di setiap negara karena sudah terpusat, artinya merek akan otomatis berlaku di beberapa negara yang tergabung dalam sistem terpusat ini.

Kekurangannya yaitu jika merek ditolak permohonannya di satu negara, maka akan berdampak pada permohonan di negara lain yang tergabung dalam sistem terpusat ini.

Oleh karena itu, banyak pemohon yang mendaftarkan mereknya secara terpisah di masing-masing negara untuk meminimalisasi penolakan di beberapa negara secara otomatis.

Wilayah yang menganut sistem pendaftaran terpusat ini antara lain Benelux (Belanda, Belgia, Luxemburg) dan Uni Eropa dengan anggota sekitar 22 negara Eropa.

Di mana hak paten merek berlaku

Cara memperoleh hak atas merek

Hak paten merek dapat diperoleh melalui proses pendaftaran yang diajukan ke Dirjen KI. Tanpa pengajuan ini, merek masih bisa digunakan oleh siapa saja karena Anda sebagai pemilik belum mendapat hak atas merek.

Berikut cara mudah untuk mendapatkan hak perlindungan merek melalui konsultan Patendo.

1. Penelusuran merek

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengecekan merek. Merek yang akan didaftarkan dicek dulu apakah sudah didaftarkan orang lain atau belum.

Penelusuran dilakukan untuk mengurangi risiko penolakan oleh Dirjen karena merek mengandung kriteria merek yang tidak dapat didaftarkan, seperti penjelasan di atas.

Maka dari itu, Patendo akan membantu Anda melakukan pengecekan merek dengan hasil maksimal. Kami juga memberi saran apabila ditemukan merek yang sama atau mirip dengan merek yang akan diajukan.

Ini akan sangat membantu Anda dalam memperoleh hak paten merek sesuai harapan.

2. Permohonan daftar merek

Setelah hasil pengecekan muncul dan merek masih tersedia artinya belum ada yang mendaftarkan atau mirip, maka merek bisa mulai didaftarkan dengan persyaratan berikut ini:

1. Bukti biaya pendaftaran.

2. Logo merek.

3. KTP/paspor pemohon.

4. KTP/paspor direktur (jika dimohonkan atas nama perusahaan).

5. NPWP perusahaan (khusus untuk permohonan atas nama perusahaan).

6. Surat pernyataan kepemilikan merek.

7. Surat kuasa.

Untuk poin 6 dan 7 akan dibuatkan oleh konsultan sehingga Anda sebagai pemohon tinggal menandatangani saja. Persyaratan di atas juga berlaku untuk pendaftaran brand luar negeri di Indonesia dengan tambahan hak prioritas.

Setelah pendaftaran selesai, merek yang dimohonkan pendaftarannya akan melalui proses pemeriksaan di Dirjen sebelum mendapat sertifikat dan hak perlindungan. Pemeriksaan tersebut meliputi:

1. Pemeriksaan formalitas.

Pemeriksaan ini meliputi cek kelengkapan seluruh dokumen persyaratan pendaftaran. Apabila dalam pemeriksaan ada dokumen persyaratan yang tertinggal, maka pemohon akan diberi waktu untuk segera melengkapinya.

Dengan bantuan konsultan, permasalahan ketertinggalan dokumen persyaratan dapat dihindari.

2. Pemeriksaan substantif.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah merek dapat didaftarkan atau tidak. Merek akan diperiksa apakah mengandung unsur yang dapat menolak merek tersebut atau tidak.

Pada tahap ini merek akan diumumkan sehingga masyarakat dapat melihat dan dapat mengajukan keberatan sebagai oposisi jika merasa ada kesamaan atau kemiripan dengan merek yang dimohonkan tersebut.

Apabila ada keberatan pihak lain, pemohon dapat menanggapi surat keberatan dari oposisi dan Dirjen akan mempertimbangkan putusan berdasarkan tanggapan tersebut.

Jika tidak menanggapi surat keberatan maka Dirjen akan memutuskan untuk menolak permohonan pendaftaran brand tersebut.

Kemudian, jika tidak ada surat keberatan dari pihak oposisi dan tidak ditemukan adanya indikator merek yang dapat ditolak, maka Dirjen akan menerbitkan sertifikat merek dengan masa perlindungan 10 tahun dan bisa diperpanjang.

Masa berlaku dan pembaruan hak paten merek

Biaya dan lama waktu perolehan hak atas merek

Biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh paten merek ini tidak sebanding dengan besarnya manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh nantinya.

Apalagi jika mendaftar melalui konsultan, Anda dapat menghemat biaya dan tenaga tentunya. Biaya pendaftaran brand sebesar 3 juta rupiah, sedangkan pengecekan merek sebesar 200 ribu rupiah saja.

Seluruh biaya tersebut dibayarkan per merek, per kelas dan per logo. Jadi, jika Anda mendaftarkan 1 merek namun jenis barang masuk ke dalam 2 kelas maka biaya dikali 2.

Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk daftar merek hingga sertfikat terbit sekitar 2,5 tahun. Jangka waktu tersebut bisa bertambah atau berkurang bergantung proses pemeriksaan oleh Dirjen.

Lamanya waktu bergantung pada antrean dan ada tidaknya pihak oposisi. Sebelum merek berstatus terdaftar dan mendapat sertifikat, pemiliki merek tidak bisa mengajukan gugatan dan menuntut ganti rugi.

Analisis kasus hak paten merek

Masa berlaku dan pembaruan hak paten merek

Perlindungan merek berlaku selama 10 tahun dan bisa diperpanjang sebelum masa berlakunya habis. Masa berlaku merek terhitung sejak tanggal penerimaan merek bukan tanggal pendaftaran.

Jika tanggal penerimaan suatu merek adalah 1 Januari 2020 maka masa perlindungannya akan habis pada 1 Januari 2030.

Merek dapat diperbarui atau diperpanjang 6 bulan sebelum masa berlaku habis sampai 5 bulan setelah kadaluwarsa. Jika merek sudah kadaluwarsa lebih dari 6 bulan dan tidak diperpanjang maka merek dapat dipakai dan didaftarkan oleh siapa saja.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, usahakan untuk memperpanjang merek sebelum masa berlakunya habis. Berikut persyaratan perpanjangan atau pembaruan merek:

1. Sertifikat merek.

2. KTP/paspor pemilik merek.

3. KTP/paspor direktur (jika merek terdaftar atas nama perusahaan).

4. Bukti pembayaran biaya perpanjangan.

5. Surat pernyataan hak.

6. Surat kuasa.

Jika Anda melakukan perpanjangan merek melalui konsultan, maka poin 5 dan 6 akan dibuatkan oleh konsultan. Jadi Anda tidak perlu repot mempersiapkan dokumen-dokumen tersebut.

Untuk biaya pembaruan merek ini sekitar 6-7 juta rupiah bergantung pada kapan merek diperpanjang. Jika merek diperpanjang 6 bulan sampai 1 minggu sebelum kadaluwarsa maka biayanya 6 juta rupiah.

Jika diperpanjang 1 minggu sebelum kadaluwarsa sampai 5 bulan setelahnya maka biaya pembaruan merek sebesar 7 juta rupiah.

Cara memperoleh hak atas merek

Analisis kasus hak paten merek

Banyaknya merek yang beredar membuat peluang pelanggaran terbuka lebar. Banyak orang nekat menggunakan merek yang sama atau menyerupai merek lain dengan niat tidak baik.
Berikut ini contoh kasus pelanggaran hak atas merek yang pernah terjadi di Indonesia.

1. Merek Barbie vs Babie

Merek Barbie merupakan merek mainan anak yang diproduksi oleh Mattel Inc. asal Amerika Serikat. Mainan anak yang diproduksi adalah boneka berbentuk wanita yang bernama Barbie.

Mainan boneka ini sudah dikenal di seluruh negara termasuk Indonesia. Mattel Inc. sendiri telah mendaftarkan merek Barbie di Indonesia dengan nomor pendaftaran 380107 dan 387123.

Kemudian, muncul di pasaran merek Babie pada produk mainan anak wanita yang sama persis dengan Barbie. Bisa dibilang bahwa merek tersebut merupakan tiruan Barbie dan beriktikad tidak baik.

Bentuk pelanggaran yang dilakukan adalah:

1. Adanya merek Babie dapat menurunkan reputasi dan citra perusahaan produsen Barbie yaitu Mattel Inc.

2. Merek digunakan pada jenis barang yang sama.

3. Merek Babie memiliki penulisan, pengucapan dan kombinasi warna yang sama dengan Barbie.

2. Merek Milk Bath yang dipalsukan

Kasus bermula dari keluhan konsumen Milk Bath terhadap kualitas produk yang dirasa berbeda dengan Milk Bath yang biasa mereka pakai. Milk Bath merupakan produk sabun mandi dari susu yang bisa larut dalam air.

Merek ini merupakan salah satu produk kosmetik produksi The Body Shop International yang dipasarkan oleh PT Monica Hijau Lestari di Indonesia sebagai pemegang lisensinya.

Keluhan konsumen tersebut kemudian ditindaklanjuti dan disimpulkan bahwa produk tersebut adalah Milk Bath palsu. Ciri-cirinya adalah:

1. Dijual dengan menggunakan sistem direct selling.

2. Tidak larut dalam air.

3. Tidak berkhasiat seperti Milk Bath asli yang dapat memutihkan kulit.

Pelaku pemalsuan produk ini sempat sulit ditemukan karena sistem pemasaran yang ia gunakan. Beruntung produk-produk palsu tersebut sudah tidak lagi beredar di pasaran selang beberapa bulan kemudian.

3. Merek Tupperware vs Tulipware

Tupperware merupakan merek peralatan rumah tangga yang diproduksi oleh Dart Industries Inc. asal Amerika Serikat.

Merek Tupperware sendiri sudah dikenal di seluruh negara dan produknya sudah dipasarkan di 70 negara termasuk Indonesia. Barang-barang rumah tangga dengan merek Tupperware ini juga sangat banyak jenisnya.

Yang sering kita jumpai di Indonesia adalah botol minum, piring, gelas, tempat makan, toples, panci dan masih banyak lagi lainnya. Merek Tupperware juga sudah mengantongi nomor pendaftaran di Dirjen.

Kemudian, PT Imawi Benjaya selaku distributor resmi Tupperware dan pemegang lisensi menemukan merek Tulipware yang beredar di Bandung dengan jenis barang yang sama seperti Tupperware.

Bukan hanya jenis barangnya saja yang sama, menurut PT Imawi, desain produk Tulipware juga sangat mirip dengan desain-desain produk Tupperware. Berikut ini bentuk pelanggaran yang ditemukan dalam kasus ini.

1. Merek Tulipware jelas mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Tupperware pada jenis barang yang sama/sejenis.

2. Etiket merek Tulipware yang diajukan permohonannya ke Dirjen ternyata berbeda dengan yang ada pada barang-barang yang beredar.

3. Penulisan merek Tulipware memiliki lebih banyak persamaan dibanding dengan perbedaaan dengan merek Tupperware.

4. Adanya merek Tulipware di pasaran dapat menimbulkan kebingungan dan kerancuan konsumen karena desain produk dan penulisan mereknya yang sama.

Biaya dan lama waktu perolehan hak atas merek

Selain kasus-kasus di atas masih ada lagi beberapa kasus paten merek yang semapt terjadi baik di Indonesia maupun luar negeri, di antaranya:

1. Kasus logo merek Cap Kaki Tiga dengan lambang negara Isle of Man.

2. Kasus merek Adidas dengan 3-Strip.

3. Kasus sengketa merek produsen mobil Lexus dengan produsen helm bermerek Lexus.

4. Kasus sengketa merek Warung Podjok dengan Warung Pojok di Jakarta.

5. Kasus merek Levis dengan Revise.

6. Kasus produk Apple dengan Mac OS X Snow Leopard.

Masih banyak kasus hak atas merek yang tidak bisa dijelaskan semuanya di sini. Kasus-kasus tersebut bisa menjadi pelajaran bahwa merek sangatlah penting bagi kelangsungan usaha Anda.

Untuk itu jangan menunda untuk melindungi merek Anda sebelum didaftarkan orang lain atau dipalsukan. Hubungi Patendo 0853 5122 5081 sekarang juga.

Pengajuan gugatan pelanggaran hak atas merek

Pengajuan gugatan pelanggaran hak atas merek

Apabila merek telah terdaftar dan terjadi pelanggaran merek berupa persamaan pada pokok atau keseluruhan pada jenis barang yang sama, maka Anda sebagai pemegang hak dapat mengajukan gugatan berupa:

1. Permintaan penghentian segala tindakan yang berkaitan dengan penggunaan merek.

2. Ganti rugi.

Gugatan atas kasus hak paten merek ini dapat diajukan ke Pengadilan Niaga dengan tata cara sebagai berikut.

1. Mengajukan gugatan pembatalan terhadap permohonan daftar merek kepada Ketua Pengadilan Niaga sesuai wiayah hukum domisili.

2. Jika tergugat berdomisili di luar Indonesia, gugatan diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

3. Pendaftaran gugatan pembatalan merek oleh panitera dan pemberian tanda terima gugatan yang telah ditandatangai oleh panitera serta diberi tanggal sesuai tanggal gugatan diajukan.

4. Gugatan akan disampaikan dalam 2 hari (paling lambat) kepada Ketua Pengadilan Niaga terhitung sejak gugatan didaftarkan.

5. Pengadilan Niaga akan mempelajari gugatan dan menetapkan jadwal sidang dalam waktu maksimal 3 hari sejak gugatan diajukan.

6. Dalam jangka waktu maksimal 60 hari sejak gugatan diajukan akan dilaksanakan sidang pemeriksaan atas gugatan.

7. Juru sita melakukan pemanggilan terhadap para pihak paling lama 7 hari sejak gugatan didaftarkan.

8. Sebelum 90 hari setelah gugatan diajukan, putusan atas gugatan harus sudah dibacakan. Jika memerlukan tambahan waktu paling lama 30 hari dengan persetujuan Ketua MA.

9. Putusan tersebut harus dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum dan dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun ada upaya hukum setelahnya.

10. Juru sita wajib menyampaikan isi putusan Pengadilan Niaga kepada seluruh pihak paling lambat 14 hari sejak putusan dibacakan.

Penyelesaian kasus pelanggaran merek juga bisa dilakukan dengan jalan arbitrase dan penyelesaian sengketa dengan beberapa ketentuan pidana denda dan kurungan penjara dengan jumlah dan lama yang berbeda tergantung kasusnya.

Lindungi segera merek Anda dengan cara mendaftarkannya agar memperoleh hak paten merek dan terhindar dari pelanggaran merek.

Bagikan :
There are currently no comments.

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.