Klasifikasi HAKI

Klasifikasi HAKI memang sangat penting untuk dilakukan mengingat ada berbagai macam Hak Kekayaan Intelektual. Dari berbagai macam tersebut HAKI harus dikelompok-kelompokkan. Lalu bagaimana dengan klasifikasi HAKI menurut WIPO? Simak penjelasannya melaui artikel berikut.

Klasifikasi HAKI

Berdasarkan WIPO, klasifikasi HAKI dibedakan menjadi dua bagian, yakni hak cipta dan hak kekayaan industri.

Klasifikasi yang pertama dari HAKI yang pertama akan dibahas adalah hak cipta (copyrights).

Untuk yang masih belum tahu, hak cipta merupakan hak istimewa yang diberikan pemerintah untuk pencipta suatu karya original (misalnya saja karya seni) untuk mengumumkan, memperbanyak, atau memberi izin kepada orang lain yang ingin memperbanyak hasil ciptaannya tersebut.menurut UU No 19 tahun 2002 yang mengatur terkait hak cipta, hak cipta hanya terdiri dari 3 jenis saja (karya yang berisi konten ilmu pengetahuan, seni, dan sastra). Bentuk perlindungan yang diberikan kepada pemilik hak cipta adalah berupa larangan bagi siapa pun yang akan memperbanyak karya tersebut tanpa adanya izin dari pemilik hak cipta.

Untuk jangka waktu berlakunya hak cipta yang diberikan oleh pemerintah adalah berlaku seumur hidup, namun ada juga yang hanya berlaku 50 tahun setelah ia mendapatkan hak cipta. Karya yang hanya berlaku 50 tahun tersebut adalah karya tersebut berupa: program komputer, fotografi, sinematografi, database, dan karya hasil pengalihwujudan. Jika memang ada yang melanggar hak cipta suatu karya, maka orang tersebut akan dikenai sanksi sesuai dengan UU hak cipta yang sedang berlaku saat ini.

Adapun beberapa hal yang tidak dianggap melanggar hak cipta adalah apabila:

1) penggunaan karya orang lain yang sudah terdaftar hak cipta namun untuk kepentingan pendidikan, menyusun laporan, penelitian, penulisan kritik atau review yang tidak mengandung unsur merugikan pemilik hak cipta, dan penulisan karya ilmiah di bangku kuliah untuk mahasiswa dan dosen,

Klasifikasi HAKI mrek

2) pengambilan karya orang lain untuk pembelaan di dalam atau di luar pengadilan.

3) pengambilan karya ciptaan orang lain baik keseluruhan maupun sebagian untuk keperluan:
a. Ceramah yang memang ditujukan untuk keperluan pendidikan atau ilmu pengetahuan,
b) pertunjukan yang tidak dipungut biaya bagi peserta yang datang dengan ketentuan tidak menimbulkan kerugian pada pemilik asli hak cipta,
c) perbanyak karya yang telah terdaftar hak cipta untuk keperluan tunanetra (huruf braile), kecuali jika perbanyakan tersebut ada unsur uangnya,
d) perbanyakan hasil karya orang lain selain program komputer secara terbatas untuk keperluan perpustakan, lembaga ilmu pengetahuan, dan semua yang berhubungan dengan pendidikan. Semua tidak dianggap melanggar hak cipta jika mencantumkan sumbernya di mana ia mengambil hasil ciptaan tersebut. Klasifikasi dari HAKI yang pertama ini memang materi pembahasannya paling banyak daripada jenis HAKI yang lain.

Mengetahui Klasifikasi HAKI yang kedua

Menurut WIPO HAKI adalah hak kekayaan industri, yakni hak yang mengatur segala hal mengenai karya milik perindustrian, khususnya yang berhubungan dengan perlindungan hukum, hak kekayaan industri masih diklasifikasikan lagi berdasarkan pasal 1  konferensi paris tahun 1883, kemudian mengalami amandemen dan disempurnakan pada tanggal 2 Oktober 1979, yang terdiri atas:

1) hak paten, merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara dengan bangga untuk pencipta karya original di bidang teknologi. Adapun setelah berhasil mendapatkan hak paten, jangka waktu yang berlaku adalah 20 tahun. Untuk UU yang mengatur hak paten adalah UU no. 4 tahun 2001.

2) merk dagang, adalah hasil karya orang lain, beberapa orang maupun lembaga tertentu berupa sekumpulan huruf, angka, gambar sebagai pembeda  dengan produk yang dikeluarkan oleh orang lain. Untuk UU yang mengatur merk dagang adalah UU no. 15 tahun 2001

3) hak desain industri, merupakan hak istimewa yang diberikan negara Indonesia kepada pemilik karya baik dua dimensi maupun tigaa dimensi, yang mana mempunyai nilai keindahan untuk suatu rancangan proses industri. Adapun Untuk UU yang mengatur hak desain industri adalah UU no. 31 tahun 2000.

4) hak desain tata letak sirkui terpadu, adalah hak perlindungan hukum dari pemerintah untuk rancangan tata letak sirkuit terpadu. Sirkuit terpadu adalah komponen elektronik yang dikecilkan wujudnya (bentuk miniatur). Adapun Untuk UU yang mengatur hak desain tata letak sirkuit adalah UU no. 32 tahun 2000.

5) rahasia dagang, adalah rahasia yang dipunyai oleh perusahaan tertentu atau bisa juga individu dalam suatu proses produksi. Adapun Untuk UU yang mengatur rahasia dagang adalah UU no. 30 tahun 2000.

Klasifikasi menurut WIPO yang kedua ini memang agak membingungkan karena dalam 1 jenis HAKI masih diklasifikasikan lagi ke dalam beberapa macam. Baiklah, untuk klasifikasi hak kekayaan industri nomor

6) varietas tanaman diatur dalam UU no 29 tahun 2000. Yakni perlindungan khusus yang diberikan kepada varietas tanaman yang telah ditemukan oleh pemulia tanaman melalui suatu kegiatan semacam pemuliaan tanaman. Tanaman ini dilindungi bisa disebabkan karena memiliki keindahan yang tiada tara, bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit, unik, untuk bahan pangan masa depan, dan lain sebagainya.

Demikian materi terkait Klasifikasi HAKI  menurut WIPO yang bisa dihadirkan kepada Anda sekalian. Apapun jenis karya Anda, asalkan sudah masuk dalam kriteria klasifikasi HAKI yang telah dijelaskan tersebut, sebaiknya segera didaftarkan saja agar mendapatkan HAKI, sehingga karya Anda aman. Dengan teknologi yang semakin canggih pada zaman sekarang ini, pencurian oleh orang yang tidak bertanggung jawab semakin marak terjadi. Tentunya Anda pribadi tak ingin mengalami hal tersebut bukan? Ayo daftar HAKI sekarang juga!

    Chat WA