Macam-macam HAKI

macam-macam HAKI ada 5 yang harus anda tahu, yakni hak cipta, hak paten, hak merk, desain industri, dan juga rahasia dagang. Yang pertama akan dibahas adalah mengenai hak cipta. Hak merupakan hak eksklusif untuk pencipta ide yang menerima hak cipta untuk memperbanyak ciptaannya. Pencipta sendiri merupakan seseorang atau beberapa orang yang berhasil melahirkan ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, keahlian, imajinasi, maupun kecekatan. Kemudian semua itu dituangkan ke dalam bentuk khas dan bersifat pribadi.

Macam-macam HAKI

Sedangkan ciptaan merupakan hasil dari setiap karya pencipta yang menunjukkan dalam ranah ilmu pengetahuan, sastra maupun seni. Pemegang atau penerima hak cipta merupakan pencipta yang diposisikan sebagai pemilik hak cipta dari pihak lain yang menerima lebih lanjut hak cipta tersebut. adapun cara mengumumankan jika Anda memiliki hak cipta adalah bisa dengan metode pembacaan, pameran, penyiaran, penjualan, pengedaran atau penyebaran dengan menggunakan berbagai media (termasuk media internet), sehingga ciptaan Anda dapat dilihat, didengar, dibaca oleh orang lain.

Anda juga bisa memperbanyak hak cipta, baik secara keseluruhan maupun sebagian yang sangat substansial dengan menggunakan bahan yang sama dengan ciptaan sebelumnya, maupun dengan bahan yang berbeda. Perbanyakan hak cipta tersebut bisa secara permanen atau temporer saja. Adapun hasil ciptaan yang dilindungi oleh UU Hak Cipta No 1920002 hanya 3 bidang yakni hak cipta ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang  mencakup buku dan karya tulis, alat peraga untuk keperluan pendidikan, musik, drama, seni rupa dalam segala bentuk, arsitektur, peta, fotografi, dll.

Macam-macam HAKI yang kedua adalah hak paten. Hak paten pada dasarnya adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada inventor karena hasil invasinya dalam bidang teknologi. Jadi, dengan adanya hak paten bisa melindungi hak kekayaan intelektual karena dapat mencegah pihak lain dalam melaksanakan invensi tanpa seizin pemegang hak paten. Adapun syarat seseorang dapat menerima hak paten adalah jika investasinya memenuhi beberapa syarat menurut UU Hak Paten No 14/2001 yakni mengandung kebaruan, ada langkah inventif, dan bisa diaplikasikan dalam industri selama 20 tahun ke depan.

Sebagai contoh hak paten yang konkrit dan cukup terkenal adalah mengenai obat anti retroviral. Ketika tahun 2004 pemerintah mengeluarkan keppres No. 3 tahun 2004 tentang cara membuat hak paten oleh pemerintah terhadap obat anti retroviral dengan imbalan kepala pemegang hak paten sebesar 0,5% dari penjualan obat tersebut di Indonesia.

Macam-macam HAKI selanjutnya yakni terkait hak merk.

Macam-macam HAKI indonesia

Menurut UU Hak Merk No 15/2015, merk merupakan tanda dari suatu produk yang berupa gambar, nama, huruf, angka, susunan, warna atau bisa juga kombinasi dari unsur-unsur itu semua. Merk tersebut harus memiliki unsur pembeda diantara merk yang lainnya, dan merk digunakan hanya untuk kegiatan perdagangan barang maupun jasa.

Merk sendiri dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu

1) Merk dagang, adalah merk yang digunakan untuk kebutuhan perdagangan khusus barang. Merk tersebut tak hanya dimiliki oleh satu orang saja, namun juga bisa dimiliki oleh beberapa orang atau badan hukum tertentu.

2) Merk jasa, adalah  merk yang digunakan oleh seseorang, beberapa orang atau lembaga hukum untuk membedakan jasa dengan jasa yang lain.

3) Merk kolektif, merupakan merk yang digunakan oleh seseorang, beberapa orang atau badan hukum tertentu untuk barang atau jasa yang sejenis dengan milik orang lain. Daripada bingung, mari kita bahas fungsi merk juga.

Jadi fungsi dari adanya merk adalah sebagai tanda pengenal atau pembeda dari suatu produk barang/ jasa, melindungi konsumen dari penipuan merk lain yang ingin menyamai namun berniat jahat, menjaga dan mengamankan kepentingan konsumen, gengsi karena reputasi perusahaan, dan sebagai jaminan kualitas dari produk tersebut. Sampai penjelasan di sini Anda sudah paham bukan dengan 3 macam-macam HAKI yang telah dijelaskan?

Jadi, dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hak merk merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh pemerintah atau negara kepada pemilik merk yang sudah terdaftar dalam daftar umum merk untuk jangka waktu tertentu, dengan menggunakan merk itu sendiri atau memberikan izin kepada orang lain.

Macam-macam HAKI yang keempat adalah desain industri. Hak desain industri merupakan hak istimewa yang diberikan pemerintah Indonesia kepada seorang pendesain atas hasil karyanya untuk waktu tertentu. Dan juga merupakan hak untuk mengajukan gugatan kepada siapapun yang dengan sengaja menyalahgunakan hasil karyanya. Penyalahgunaan tersebut bisa berupa memakai, mengedarkan, mengimpor, mengekspor, menjual setiap barang yang telah diberikan hak desain industri.

Desain industri sendiri merupakan hasil karya berupa kreasi seni dari seseorang atau beberapa orang yang menonjolkan bentuk, konfigurasi, komposisi garis, komposisi warna, atau gabungan dari semuanya. Hasil kreasi tersebut bisa berbentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi yang bisa berguna untuk orang lain, karena bisa digunakan untuk menghasilkan produk, kerajinan tangan, atau komoditas industri.

Dan macam HAKI yang terakhir yakni rahasia dagang. Definisi dari rahasia dagang sendiri yakni informasi yang tidak boleh diketahui oleh seseorang maupun khalayak ramai mengenai bidang teknologi dan bisnis, karena memiliki nilai ekonomi, karena karya tersebut berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiannya oleh pemilik Rahasia Dagang. Adapun UU yang mengatur rahasia dagang ini adalah UU Rahasia Dagang No 30 tahun 2000.

Demikian macam-macam HAKI yang  bisa dijelaskan pada artikel ini. jika Anda memiliki karya dan masih belum mempunyai hak kekayaan intelektual (HAKI), sebaiknya segera saja didaftarkan agar tidak disalahgunakan oleh orang lain.

    Chat WA