Pengertian Brand Predictability

Pengertian brand predictability sederhananya berkaitan dengan kemampuan kelompok satu untuk memprediksi atau meramalkan perilaku kelompok lain, dalam hal ini yang diprediksi adalah merek. Seperti yang kita tahu, merek merupakan salah satu strategi pemasaran produk yang paling penting. Merek sendiri merupakan nama, inisial, simbol, tanda atau kombinasi hal-hal tersebut yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu barang atau jasa. Fungsi merek sebagai pembeda produk yang dijual oleh seorang atau sekelompok penjual dengan produk pesaing. Selain berfungsi sebagai identitas produk, merek sebetulnya ialah janji penjual untuk memberi keisitimewaan dan manfaat secara konsisten kepada konsumen.

Fungsi merek

Biasanya merek-merek terbaik bisa menjamin kualitas produk tersebut. Keputusan pemberian merek adalah persoalan yang penting karena pengembangan produk bermerek bisa menjadi investasi jangka panjang, tapi memerlukan dana besar terutama untuk kegiatan promosi dan pengemasan. Demikian pula dengan simbol atau logo sebuah merek. Terutama slogan, walaupun sering digunakan sebagai kalimat iklan untuk mendampingi nama dan logo merek, tapi tidak bisa otomatis melekat di benak konsumen. Perlu perjuangan supaya slogan bisa membentuk citra atau reputasi yang dikehendaki oleh identitas merek.

Akan tetapi, belum tentu citra merek tersebut sama dengan identitas merek yang diinginkan oleh pemasar. Pembentukan citra merek pun dipengaruhi oleh eksperimen atau pengalaman konsumen yang dapat mengubahnya menjadi persepsi terhadap suatu produk sebelum digunakan. Dari berbagai persepsi yang muncul itulah imej keseluruhan merek terbentuk. Posisi merek atas suatu produk memang unik, karena di satu sisi mereka berperan sebagai payung untuk produk, namun di sisi lain juga turut membentuk citra merek. Berbicara tentang pengertian dari brand predictability, merek yang predictable ialah merek yang memungkinkan konsumen untuk mengantisipasi segala kemungkinan dengan percaya diri.

dirjen Haki

Menurut Shapiro, ada tiga kepercayaan yang bisa ditemukan dalam hubungan bisnis, yaitu kepercayaan yang berdasar pada penolakan, pengetahuan dan identifikasi. Kepercayaan yang berdasarkan pengetahuan dapat tercipta apabila suatu kelompok mempunyai informasi atau data yang cukup tentang kelompok lain. Data tersebutlah yang digunakan untuk mempelajari serta memprediksi tingkah laku kelompok pertama. Kelly dan Stahelski mengutarakan bahwa prediktibilitas merek bisa meningkatkan kepercayaan terhadap suatu kelompok, seolah kelompok lain tidak bisa dipercaya. Cara mengesampingkan kepercayaan inilah yang dapat diprediksi. Persepsi atau prediksi konsumen atas sebuah merek yang dapat diprediksikan sangat erat kaitannya dengan kepercayaan mereka terhadap merek tersebut.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa pengertian brand predictability ialah merek yang memungkinkan konsumen untuk memprediksi bagaimana performancenya pada setiap pemakaian.

Brand Predictability

Brand predictability merupakan satu di antara lima faktor yang mempengaruhi kepercayaan merek, yaitu kemauan atau kesediaan konsumen untuk menghadapi resiko yang berhubungan dengan merek tersebut. Mereka percaya bahwa merek bisa memberi hasil yang positif atau menguntungkan. Lima faktor yang mempengaruhi trust in a brand atau kepercayaan merek selain brand predictability adalah brand liking, brand competence, brand reputation dan trust in a company. Karena arti pengertian brand predictability telah dibahas sebelumnya, berikut ini adalah pengertian masing-masing faktor yang telah disebutkan.

Brand liking merupakan rasa atau kesan yang tumbuh di hati konsumen pada suatu produk. Kesukaan terhadap merek bisa mendorong konsumen untuk semakin percaya pada merek dan produk. Bennet mengungkapkan, untuk memulai sebuah hubungan kelompok satu harus disukai oleh kelompok lain, bisa karena daya tarik atau kesamaan visi. Jadi, bagi konsumen untuk membangun hubungan dengan suatu merek, mereka harus menyukai merek itu terlebih dulu. Saat konsumen telah menyukai merek produk, maka mereka akan mencari tahu informasi mengenai produk untuk menuju ke tahap mempercayai salah satu hak intelektual itu.

Brand competence, yakni merek yang mampu memecahkan permasalahan konsumen dan memenuhi semua kebutuhannya. Kemampuan tersebut merupakan elemen yang sangat penting karena dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen. Mereka mungkin mengetahui brand competence dari penggunaan secara langsung atau testimoni orang yang pernah memakainya. Dari situ diyakini bahwa merek yang mampu memecahkan permasalahan akan dipercayai oleh konsumen. Brand reputation, yakni mengacu pada persepsi atau pendapat orang lain mengenai bagus-tidaknya serta dapat dipercaya-tidaknya suatu merek.

Brand reputation ini bisa dikembangkan melalui iklan dan public relation (hubungan masyarakat), tapi kemungkinan juga dipengaruhi oleh kualitas produk. Apabila konsumen merasa bahwa merek bisa memenuhi harapannya, maka reputasi merek bisa dinyatakan bagus. Tapi, bila sebaliknya, konsumen akan semakin sangsi. Sehingga, persepsi konsumen tentang merek yang mempunyai reputasi baik sangat berkaitan dengan kepercayaan mereka terhadap merek tersebut. Trust in a company ialah rasa percaya bahwa suatu perusahaan bagus, bonafit serta memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

Biasanya konsumen yang menaruh kepercayaan pada perusahaan akan lebih mungkin mempercayai merek atau brand yang dikeluarkannya. Pengertian brand predictability dan pengaruh faktor-faktor kepercayaan merek telah dibahas, pembahasan berikutnya ialah consumer brand characteristics (kesesuaian merek dengan karakteristik pelanggan). Jadi karakteristik dalam hubungan antara pelanggan dan merek mencakup similarity (kesamaan) antara self-concept konsumen dengan reputasi merek, kesukaan konsumen terhadap merek, pengalaman konsumen, kepuasan konsumen dan dukungan dari rekan.

Similarity between consumer self-concept and brand personality terbukti bisa menumbuhkan kepercayaan. Biasanya seorang konsumen akan mengevaluasi dan menilai merek apabila mempunyai kesamaan dengan dirinya. Dalam hal ini bisa berupa atribut atau personality fisik merek.

hak intelektual

Liking the brand, jadi apabila konsumen menyukai suatu merek, kemungkinan besar mereka akan mempercayainya. Telah disebutkan pada pengertian brand atau merek predictability di atas, bahwa untuk mengawali sebuah hubungan harus ada kelompok satu yang disukai oleh kelompok lain. Experience with the brand, konsumen belajar dari pengalaman yang didapatnya dulu dan perilaku masa depan bisa diprediksi berdasarkan pengalaman tersebut. Sederhananya, bila konsumen mendapatkan pengalaman yang baik dengan suatu merek, mereka akan mempelajari dan memahami merek untuk menumbuhkan kepercayaan terhadapnya.

Satisfaction with the brand, yaitu kepuasan pelanggan setelah menggunakan merek sehingga membuatnya mempercayai merek tersebut. Peer support, diusulkan oleh Braden et al bahwa faktor terpenting untuk menentukan perilaku individu ialah pengaruh individu lain. Ia juga menyatakan bahwa pengaruh sosial adalah faktor yang bisa menentukan perilaku konsumen. Kesimpulannya konsumen kemungkinan akan ikut mempercayai merek yang dipercayai oleh orang lain atau rekannya. Demikianlah pembahasan kali ini, jangan lupa untuk mendaftarkan brand anda di konsultan HKI kami.

    Chat WA