021 2237 9620 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Tahapan Mendapatkan Sertifikat Merek

Konsultan HKI terdaftar Patendo siap membantu anda dalam pengurusan pendaftaran merek sehingga anda nantinya berpeluang bisa memiliki sertifikat merek , sebagai bukti anda pemilik sah merek yang anda pasarkan. akan anda peroleh jika pendaftaran merek dagang anda disetujui, konsultan HKI terdaftar Patendo siap membantu pendaftaran merek anda. Ya, apalagi untuk mereka yang akan mengajukan daftar merek dari produk atau pun jasa yang mereka miliki. Memang, hal ini terkadang masih di anggap kurang dibutuhkan untuk mereka dalam memberikan sertifikat merek terhadap merek dari jasa atau pun produk yang dimiliki. Padahal, dengan mempunyai sertifikat ini, tingkat legalitas dari hukum sudah jelas keterjaminannya.

Hal ini memang menjadikan langkah yang tepat dalam upayanya untuk dilegalkan dalam peraturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku terhadap merek yang bersangkutan.

Pengertian atau definisi dari sertifikat merek

Ini Dia Manfaat, Keuntungan dan Cara Mendapatkan Sertifikat Merek
Bagi suatu perusahaan yang sudah menginjak dewasa, akan ada banyak hal yang bermunculan dan harus ditangani secara cepat, salah satunya adalah pendaftaran sertifikat merek dagang. Bisnis Anda yang sudah mulai berkembang, dan dikenal luas oleh banyak orang, berpotensi untuk ditiru oleh pihak lain. Maka dari itu, pendaftaran hak merek harus sesegera mungkin dilakukan, karena jika terdahului, maka hak merek Anda akan menjadi milik orang lain.
Pendaftaran merek yang didahului oleh pihak lain, tentu akan menjadi kerugian besar. Di mana Anda sudah bersusah-payah membangun bisnis Anda, namun pada akhirnya, merek Anda malah didaftarkan oleh pihak lain, sehingga merekalah yang memiliki merek dagang Anda.
Jika tidak ingin didahului, maka lakukanlah pendaftaran sesegera mungkin melalui beberapa tahapan berikut ini:

• Membayar biaya pendaftaran senilai Rp 3 jutaan
• Siapkan contoh merek sebanyak 20 lembar
• Siapkan surat permohonan jika Anda mendaftarkannya melalui kuasa
• Lampirkan surat pernyataan hak, yaitu sebuah pernyataan bahwa pemohon adalah pemilik hak untuk mengajukan pendaftaran merek dagang dan akan menggunakannya dalam perdagangan barang atau jasa.
• Sertakan fotokopi KTP atau identitas pemohon (untuk perorangan)
• Sertakan lampiran fotokopi Akta Pendirian Badan Hukum yang legal (untuk badan hukum)
• Sertakan fotokopi NPWP (untuk badan hukum)
• Fotokopi identitas atau fotokopi yang akan menandatangani surat kuasa dan surat pernyataan.

Biaya dan Waktu untuk Mendapatkan Sertifikat Merek
Proses untuk mendapatkan hak merek biasanya memakan waktu yang cukup lama, yakni 12 bulan. Misalnya, Anda mengajukan pendaftaran pada tanggal 1 Oktober tahun 2019, maka permohonan baru akan masuk ke dalam proses pemeriksaan substansif pada tanggal 1 November tahun 2019 yang berlangsung paling lambat hingga tanggal 1 Agustus tahun 2020.

Setelah proses pemeriksaan, dan merek disetujui, maka sekitar tanggal 10 Agustus tahun 2020 merek Anda resmi diumumkan dalam berita hingga tanggal 10 November 2020. Jika tidak ada keberatan, tepat setelah tanggal tersebut, maka akan langsung diterbitkan.

Akan tetapi, karena banyak pelaku usaha yang melakukan pendaftaran, sehingga mengakibatkan meningkatnya jumlah pemohon. Jadi, durasinya mungkin saja bisa lebih panjang dari jadwal biasanya.

Jika merek sudah dipakai oleh pihak lain, maka pemohon tidak bisa mengambil tindakan hukum apa pun terhadap pihak yang sudah menggunakannya. Namun sebaliknya, jika pemohon sudah mendapatkan hak merek, lalu kemudian ada yang menggunakannya, maka pemohon bisa menggugatnya melalui jalur hukum.
Dari ilustrasi yang telah kami jelaskan di atas, jika ada pihak lain menggunakan merek tanpa izin mulai dari tanggal 1 Januari 2020, hingga merek didaftar, maka pemegang sertifikat merek bisa menuntut ganti rugi.

Untuk simulasi biaya, berikut akan kami jelaskan secara detail di bawah ini:
• Pemohon harus menyiapkan uang sebesar Rp 3 juta untuk 1 merek dengan 1 kelas dengan maksimal 10 jenis barang
• Biaya pendaftaran akan diberlakukan tambahan per 10 jenis barang dengan biaya Rp 3 juta
• Biaya di atas belum termasuk biaya lain seperti jasa profesional jika pemohon mengajukan pendaftaran melalui konsultan.

Jangkauan Teritorial Merek Terdaftar
Merek yang telah didaftarkan memiliki sistem prinsip teritorial. Artinya, sertifikat merek ini hanya berlaku di negara pemohon mendaftarkan hak mereknya. Jadi, hak merek Anda hanya berlaku di Indonesia, dan tidak berlaku di negara lain. Begitu juga dengan perusahaan asing yang ingin mendirikan usaha atau membuka cabang dengan mereknya di negara kita, maka harus mengajukan hak mereknya di wilayah hukum Indonesia.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan perlindungan hukum di luar negeri, tentu harus mendaftarkannya terlebih dahulu di negara yang dituju. Untuk prosesnya, bisa memercayakan pada konsultan HKI yang telah terdaftar di negaranya atau di wilayah kerjanya.

Proses pengajuan untuk pendaftaran tersebut biasanya memakan waktu 6 bulan sejak diterimanya pengajuan. Pemohon juga bisa menggunakan hak prioritas, yaitu permohonan untuk jenis merek yang sama untuk jasa maupun barang di negara lain yang sama dengan tanggal penerimaan pendaftaran di Indonesia.
Tata Cara yang Wajib Diketahui Sebelum Melakukan Pengajuan
Sebelum Anda mengajukan permohonan, sangat disarankan agar melakukan pengecekan terlebih dahulu pada database milik Dirjen HaKI, tujuannya agar Anda bisa mengetahui apakah merek Anda sudah ada yang mengajukan atau terdaftar apa belum.

Jika merek sudah terdaftar, maka gantilah dengan nama merek baru, karena sertifikat merek yang Anda ajukan tentu akan ditolak. Namun, jika sudah diajukan tapi belum terdaftar, maka Anda masih bisa mendapatkan peluang dengan persyaratan dan dokumen lain yang telah lengkap saat mengajukan tanggal penerimaan.

Pastikan semua kelengkapan persyaratan pada saat pengajuan Anda penuhi secara lengkap. Karena, pihak terkait akan menolaknya jika persyaratan tidak lengkap, dan meminta Anda untuk segera memenuhi kembali persyaratan-persyaratannya agar bisa diajukan kembali. Jadi, pastikan semua persyaratan Anda siapkan agar proses pengajuan dapat berlangsung cepat.

Agar tidak mengalami penolakan, sebelum mengajukannya Anda juga harus mengetahui terlebih dahulu jenis merek yang berpotensi ditolak langsung oleh pihak terkait. Berikut jenis merek yang jelas akan ditolak oleh Dirjen HaKI:

1. Merek yang bermaksud buruk terhadap merek lain dengan cara menyamakan atau mengidentikkan demi mengecoh para pembeli.
2. Merek yang bertentangan dengan undang-undang, moralitas agama, ketertiban umum dan keasusilaan.
3. Merek yang secara gamblang menerangkan barang atau jasanya itu sendiri.
4. Merek yang didaftarkan telah menjadi milik umum.
5. Merek yang didaftarkan memiliki daya pembeda huruf balok tunggal K atau tanda tanya, atau perwujudan yang tidak lazim.
Maka dari itu, sebelum proses pengajuan permohonan sertifikat merek, Anda harus mengenal dan memahami terlebih dahulu beberapa jenis merek yang berpotensi ditolak.

Siapa yang Wajib Mengajukan Sertifikat Merek Pada Dirjen HaKI?

Perusahaan dapat dengan bebas menggunakan suatu merek bersamaan selama merek tersebut belum didaftarkan oleh salah satu perusahaan. Setelah terdaftar dan memiliki sertifikat merek, artinya merek tersebut sudah ada yang mengklaim, jadi tidak dapat digunakan lagi oleh pihak lain. Di Indonesia, Dirjen Haki hanya melindungi pemegang atau pemilik hak atas merek yang sudah terdaftar, dan bukan pemilik merek.

Negara kita memiliki sistem first to file, jadi, siapa saja yang mendaftarkan merek tersebut lebih awal, dialah pemilik atau pemegang sah sertifikat merek yang didaftarkan.
Peningkatan jumlah pelaku usaha di tanah air terj

adi begitu signifikan dari tahun ke tahunnya. Maka dari itu, tidak menutup kemungkinan adanya persamaan merek antara salah satu perusahaan dengan perusahaan lain yang serupa.

Misalnya, Anda memiliki sebuah perusahaan kuliner, yaitu roti dalam kemasan, di mana saat ini telah menjamur bisnis kuliner serupa di tanah air. Maka, tidak menutup kemungkinan perusahaan lain memiliki merek yang sama. Jika Anda mendirikan usaha selama tahunan, lalu kompetitor Anda yang baru saja merintis lebih dahulu mendaftarkan merek roti kemasan yang sama, tentu akan menjadi kerugian besar bagi usaha Anda.

Pemilik merek yang sah bisa menuntut jika ada suatu perusahaan atau perorangan yang mengklaim merek milik Anda.

Cara Memperpanjang Merek
Setiap merek yang telah terdaftar, memiliki masa berlaku selama 10 tahun. Setelah itu, pemohon bisa mengajukan perpanjangan melalui cara-cara sebagai berikut:
• Pemegang merek bisa melakukan perpanjangan meski belum masa berlaku habis.
• Pemohon harus mengisi permohonan perpanjangan sertifikat merek yang dibuat rangkap 4 lalu ditandatangani setelah diisi baik oleh pemohon maupun melalui kuasanya.
• Pemohon diwajibkan untuk membayar biaya perpanjangan sebesar Rp 2 juta.
• Siapkanlah fotokopi sertifikat dari merek tersebut untuk diperpanjang.
• Melampirkan surat pernyataan bahwa hak merek adalah milik pemohon dan berhak untuk mengajukan perpanjangan.
• Jika mengajukan melalui surat kuasa, maka siapkanlah surat kuasa dari pemohon.
• Fotokopi NPWP (jika berbadan hukum)
• Fotokopi identitas/KTP untuk pemohon perorangan
• Fotokopi identitas atau KTP orang yang akan menandatangani surat kuasa dan surat pernyataan.
• Siapkan fotokopi akta pendirian badan hukum yang sudah dilegalisir sebelumnya.
Pastikan semua persyaratan di atas telah Anda penuhi sebelum pengajuan perpanjangan sertifikat merek dagang milik Anda.

Keuntungan Sertifikat Merek untuk Melipatgandakan Keuntungan

Sertifikat merek tidak hanya memberi keuntungan dari sisi hukum saja. Bahkan, setiap produk bermerek dapat meningkatkan nilai jualnya. Terlebih, jika merek tersebut sudah bertahan lama di pasaran, sehingga semakin banyak orang yang tidak meragukan kualitasnya. Bahkan, tidak sedikit juga orang yang tak menghiraukan harga demi sebuah merek dagang yang sudah tepercaya dan terbilang branded.

Merek usaha yang besar pun mampu meraup keuntungan lebih besar dengan cara membuka franchise. Merek usaha yang sudah dikenal luas memiliki potensi yang baik untuk membuka peluang kerjasama waralaba. Meski franchise merupakan sebuah bisnis yang menguntungkan, namun tidak ada salahnya Anda membuat merek sendiri, dan mengajukan sertifikat merek, karena bisa saja berpeluang menjadi merek yang besar di pasaran. Selain itu, bisa juga merek Anda jauh lebih laku di pasaran dari merek-merek lainnya.

Di sisi lain, Anda pun harus bisa melakukan inovasi-inovasi dalam bidang usaha. Inovasi dibutuhkan agar merek Anda tidak tergerus oleh zaman. Setelah Anda memiliki merek sendiri, kemudian daftarkan segera merek Anda pada Dirjen HaKI. Setelah mendapatkan sertifikat merek, maka perusahaan Anda akan semakin dikenal luas.

Cara Mendapatkan Hak Merek Melalui Jasa Pendaftaran Merek
Jasa pendaftaran merek kini telah menjadi pilihan kebanyakan pelaku usaha di tanah air. Jasa tersebut memberi kemudahan bagi setiap pelaku usaha yang kesulitan mendaftar pada pihak terkait.

Perusahaan pendaftaran merek kini hadir menawarkan layanannya melalui sistem online. Sehingga, bagi Anda yang membutuhkannya bisa langsung mengakses dan menghubunginya. Melalui jasa tersebut, Anda tidak perlu memikirkan rumitnya proses pendaftaran, karena semua sudah ditanggung oleh perusahaan pendaftaran.

Biaya pendaftaran melalui jasa tersebut relatif terjangkau. Dibandingkan jika kita melakukannya sendiri, semua proses tentu lebih murah dan tidak memakan waktu Anda. Jadi, setiap pelaku usaha bisa memfokuskan dirinya pada strategi pemasaran, dan memercayakan pendaftaran sertifikat merek pada jasa pendaftaran yang telah tepercaya.

Namun, jangan sampai terkecoh, pastikan perusahaan jasa yang Anda percayakan adalah perusahaan yang sudah dikenal luas dan tepercaya seperti Patendo. Cari informasinya secara detail agar tidak salah memilih jasa pendaftaran.

Manfaat Memiliki Sertifikat Merek untuk Bisnis

Merek adalah sebuah tanda yang penting pada sebuah produk dan perusahaan. Di mana tanda ini akan ditampilkan secara grafis, baik berupa nama, huruf, angka, susunan warna, gambar, logo, baik dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi. Merek memiliki fungsi utama sebagai pembeda dengan produk barang maupun jasa dari perusahaan lain yang serupa dengan bisnis kita.

Merek termasuk ke dalam kekayaan intelektual, maka dari itu, merek diberi hak untuk dilindungi melalui sertifikat merek, karena pembuatannya melalui daya cipta dan karsa, dengan pengorbanan biaya, tenaga, pikiran dan juga waktu. Itulah kenapa tidak sedikit yang ingin merek dagangnya di sertifikasi agar melekat menjadi hak milik perusahaan maupun perorangan.

Di dalam kehidupan ekonomi, khususnya pelaku usaha, merek memiliki peran yang sangat penting sekali dalam dunia perdagangan, baik itu barang maupun jasa. Pendaftaran merek pada Dirjen HaKI, merupakan sebuah alat bukti yang sah atas merek yang terdaftar hingga keluar sertifikat merek sebagai tanda bukti kepemilikan.

Merek yang sudah terdaftar, tentu tidak boleh digunakan lagi oleh perusahaan lain. Baik itu sama secara pokoknya, ataupun sama secara keseluruhan dalam peredaran produk barang maupun jasa.
Dalam ranah hukum, sertifikat merek memiliki banyak sekali manfaatnya. Seperti menjaga hak eksklusif secara hukum mulai dari jenis logo, nama dan lainnya. Jangkauan perlindungan hukum untuk merek yang terdaftar mencakup skala nasional bahkan hingga internasional. Dengan merek tersebut, Anda bisa mengontrol penggunaannya dengan menggunakan mekanisme lisensi pada pihak yang lain.

Tips Dalam Mendaftarkan Sertifikat Merek

Jika Anda berniat untuk menjalankan usaha bersama-sama dengan pihak lain, terkadang proses pendaftaran sertifikat merek atas nama perusahaan atau secara bersama-sama. Namun, alangkah baiknya proses pendaftaran dilakukan atas nama pribadi. Hal ini merupakan sebuah upaya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Melalui pendaftaran sertifikat merek atas nama pribadi, maka pemilik merek tersebut akan tetap menguasai merek yang didaftarkannya. Sedangkan, jika merek tersebut dimiliki oleh perusahaan, maka pertanggungjawabannya tidak mencakup harta pribadi.

Hak merek yang telah didaftarkan bisa dialihkan melalui prosedur dan proses yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pengalihannya telah diatur di dalam pasal 41 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016, tentang merek.
Pada pasal tersebut dijelaskan secara garis besar bahwa sertifikat merek dapat dialihkan karena wakaf, hibah, wasiat, pewarisan, perjanjian atau sebab lainnya.
Tips lain sebelum Anda mengajukan sertifikat merek adalah menyiapkan semua berkas-berkas dokumen persyaratan.

Pastikan merek Anda bukan merek yang berpotensi ditolak, dan sebelumnya melakukan penelusuran terlebih dahulu untuk memastikan bahwa merek yang akan diajukan adalah merek yang belum pernah terdaftar di Dirjen HaKI.
Dari kesimpulan di atas, sedikit banyaknya kini Anda akan memahami betapa pentingnya sertifikat merek di dalam suatu usaha. Tidak hanya perusahaan berskala besar, bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang baru berkembang, mendaftarkan merek adalah suatu upaya untuk mengamankan aset kekayaan intelektualnya berupa nama, logo dan lainnya.

Bagi Anda yang belum mendaftarkannya, alangkah baiknya segera mempertimbangkan untuk mendaftarkan merek Anda agar tidak terdahului oleh pihak lain.

Konsep dari Merek
Apa sih merek? Merek ya dapat dikatakan penanda agar kita ingat. Ya, memang dapat dikatakan begitu. Tetapi, di sini dapat dijelaskan bahwa merek merupakan suatu tanda dimana dapat berupa nama, kata, huruf-huruf, gambar, warna, dan bahkan adanya kombinasi warna atau pun unsur-unsur yang telah dijelaskan sebelumnya. Nah, yang membedakan mereka dengan yang lain adalah adanya suatu kegunaan untuk digunakan dalam area aktivitas atau pun kegiatan dalam bentuk perdagangan yang bisa barang atau pun jasa.

Di sini Anda jadi tahu dan paham kan apa yang dinamakan merek, dan kemudian selanjutnya adalah membahas mengenai sertifikat merek.

Di sini dibahas mengenai merek dimana dikhususkan pada sertifikat merek.

Karena legalitas hukum atau perundang-undangan yang berlaku menjadikan langkah yang tepat dalam mengelola usaha atau jasa yang Anda miliki semakin terpercaya keterjaminannya dalam usaha. Sertifikat merek dagang yang anda miliki menjadi bukti yang konkret akan suatu merek usaha pribadi yang sedang anda bangun memiliki keabsahan dan terdaftar secara resmi sesuai undang-undang yang mengatur tentang hal tersebut.

Jika anda seorang pebisnis baik yang sudah lama berkecimpung di dalamnya atau yang baru saja memulai usaha secara pribadi, maka jika suatu produk yang anda pasarkan tidak memiliki brand atau nama yang menjelaskan ciri khas akan terbilang rumit untuk bersaing dengan usaha kelas atas.

Bagi anda pemula atau basic businessman, anda tidak perlu khawatir dan merasa pesimis dengan bisnis yang perusahaan sudah memiliki usaha yang besar. Karena langkah yang seharusnya dilakukan yaitu dengan menyusun planning atau usaha bisnis yang matang sebelum melangkah lebih jauh untuk menjalankannya. Namun untuk bisnis pribadi dengan merek yang anda ciptakan sendiri langkah mendaftarkan merek dagang ini wajib anda lakukan terlebih dahulu.

Meskipun masih banyak usaha yang mengcopy-paste merek suatu dengan dengan membuat seolah produk yang dihasilkannya terlihat hampir sama persis namun dengan kualitas yang lebih minim, maka langkah ini tidak patut untuk diakui sebagai usaha keras dan memperoleh keberhasilan.

 

Sertifikat Merek

Pada pebisnis tidak lagi berfokus untuk mendapatkan sertifikat merek dagang terlebih dahulu sebelum mulai memasarkan produk dengan merek yang diciptanya. Tapi, beberapa survei yang melihat ternyata masih banyak bisnis online yang ternyata belum memiliki merek dagang atau belum didaftarkan. Dengan alasan membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk mendaftarkan merek dagang ke lembaga terkait, para penjual masih tetap saja memasarkan produknya. Banyak yang masih berfikir dengan tindakan memasarkan produk terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu jauh lebih maksimal dibandingkan terlalu cepat mendaftarkan merek produk.

Karena bisa saja setelah merek terdaftar, usaha yang dijalankan tidak memiliki pengaruh apa pun dalam hal perkembangan. Dengan langkah yang pasti hal ini menjadi salah satu tindakan yang kurang tepat untuk diterapkan bagi seorang pebisnis. Di zaman yang sudah serba modern juga menjadi permasalahan bagi para pebisnis dimana persaingan yang dirasakan semakin ketat sehingga merek dagang yang dimiliki akan mengalami pengaruh besar. Karena seringnya bermunculan merek yang sama terhadap suatu produk, dengan memiliki sertifikat merek dagang anda dapat membuktikan bahwa anda pemilik merek tersebut, hubungi konsultan merek kami segera.

Bagikan :
There are currently no comments.

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.