Tata Cara Penggunaan Logo Perusahaan

Tata cara penggunaan logo perusahaan dibuat berdasarkan kaidah – kaidah terkait dengan fungsi logo dan juga aspek estetika dari penggunaan logo tersebut. Logo sebuah perusahaan kini telah dipahami sebagai semacam identitas dari lembaga atau pribadi pelaku bisnis. Logo dan merek telah disadari sebagai wajah pelaku bisnis di dunia usaha. Pelaku bisnis dan masyarakat luas selaku konsumen telah cukup memahami tentang fungsi dan arti dari sebuah logo.

Tata Cara Penggunaan Logo Perusahaan

Ada banyak pelaku usaha yang secara serius memikirkan dan mempersiapkan logo yang digunakan. Kesadaran bahwa logo bisa menjadi identitas dan butuh sebuah desain yang baik membuat banyak pelaku usaha secara serius membuat logo sebagai lambang lembaga dan kegiatan usaha yang dilakukan. Keseriusan dalam langkah – langkah pembuatan logo selain melibatkan desainer atau seniman; juga dilakukan dalam bentuk mempelajari sejarah dan filosofi perusahaan. Kebutuhan logo yang mampu menjadi representasi dari filosofi usaha dan mencerminkan sejarah perusahaan membuat langkah dan proses pembuatan logo menjadi proses yang serius.

Ada banyak metode atau cara yang bisa dilakukan dalam proses pembuatan logo dan berpengaruh pula pada cara penggunaan logo perusahaan atau lembaga usaha. Logo dapat dibuat dengan tangan ataupun memanfaatkan bantuan perangkat komputer dalam proses penciptaan dan pengolahaannya. Bantuan teknologi berupa perangkat komputer dan aplikasi atau software pengolah citra semakin memudahkan proses penciptaan logo sebagai karya seni visual.

Tata Cara Penggunaan Logo

Tata cara penggunaan logo perusahaan juga terkait langsung pada aplikasi atau penggunaan logo sebagai identitas sebuah lembaga usaha.

Sebuah logo yang baik harus mampu menjadi identitas lembaga usaha yang menggunakannya, mewakili filosofi bisnisnya dan menjembatani hubungan dengan konsumennya. Desain logo yang baik akan lebih memudahkan proses melekatkan logo pada berbagai barang mulai dari produk atau kemasan produk. hingga pada berbagai media yang digunakan untuk melakukan promosi oleh pihak perusahaan. Logo dengan bentuk yang rumit mungkin memudahkan identifikasi dan memberi nilai keunikan bagi perusahaan yang menggunakannya. namun seringkali menyulitkan dalam tataran teknis ketika diaplikasikan atau dilekatkan pada berbagai benda.

Selain tata cara penggunaan logo perusahaan yang dikaitkan dengan kaidah estetika dan fungsional; proses penciptaan logo juga melibatkan kedua kaidah dasar dalam desain tersebut. Ada beberapa kaidah yang wajib menjadi pertimbangan proses penciptaan sebuah logo seperti kesederhanaan. Logo yang baik biasanya berbentuk sederhana dan tidak memuat obyek visual yang tidak penting atau tidak memiliki makna. Logo yang sederhana akan lebih mudah dikenali dan diingat oleh siapapun yang melihatnya dan dari sisi teknis lebih mudah dibuat replikanya melalui proses produksi yang tidak rumit.

cara Penggunaan Logo Perusahaan

Logo yang baik sebaiknya juga tidak melibatkan banyak warna. Beberapa ahli desain berpendapat bahwa logo yang baik tidak boleh memiliki lebih dari 3 warna. Logo dengan 1 warna dan memiliki bentuk visual yang khas memberi nilai fleksibilitas tersendiri; dalam arti dapat diaplikasikan dalam berbagai warna yang berbeda – beda tanpa kehilangan nilai keunikannya. Logo yang dapat dibuat dalam versi hitam putih tanpa kehilangan karakter dan kemampuan diidentifikasi merupakan logo yang baik. Sebuah logo yang baik dapat digunakan dengan baik setelah melalui proses pembalikan warna maupun posisi. Karena alasan itulah logo yang baik biasanya tidak menggunakan teks atau huruf dan hanya berupa simbol yang ikonik.

Memanfaatkan logo untuk keperluan identifikasi produk dapat dilakukan dengan berbagai cara; salah satunya adalah dengan melekatkan logo pada produk atau kemasan produk. Pertimbangan itulah yang menjadi salah satu penyebab kebutuhan logo yang baik adalah logo yang mudah diaplikasikan pada berbagai benda. Tata cara penggunaan logo dalam kemasan atau sebagai label produk biasanya juga didasarkan pada aspek estetika dan fungsionalitas.

Logo yang dilekatkan pada produk ataupun kemasan harus mudah dibaca dan dikenali oleh konsumen; namun tidak boleh mengaburkan bentuk produk atau kemasan dimana logo tersebut dilekatkan. Fleksibilitas logo ketika dilekatkan pada produk ataupun kemasan sangatlah penting; salah satunya terkait pertimbangan teknis penggunaan berbagai kemasan baik itu bentuk dan bahan untuk produk – produk yang dijual.

Tata Cara Penggunaan Logo perusahaan besar

Seperti logo sebuah perusahaan sabun yang memproduksi sabun mandi batang, sabun mandi cair, sabun cuci pakaian dan sabun cuci piring. Penggunaan logo perusahaan terkait penggunaannya sangat berkaitan dengan fleksibilitas tampilan logo ketika dilekatkan pada berbagai benda. Logo yang baik harus mampu beradaptasi ketika dilekatkan pada kemasan dan bentuk setiap produk yang bisa jadi dibuat berbeda dengan alasan identitas jenis produk yang berbeda. Hal yang sama juga berlaku pada kebutuhan logo untuk dilekatkan pada media promosi.

Logo harus mudah diaplikasikan ke dalam bentuk atau format visual yang berbeda – beda seperti video ataupun gambar diam. Kebutuhan promosi juga menuntut logo dapat diaplikasikan pada berbagai macam benda yang dilibatkan dalam kegiatan promosi seperti tas, topi hingga berbagai souvenir yang diberikan kepada konsumen ataupun pihak yang dibidik sebagai target konsumen.

    Chat WA